Jam Kerja Dialihkan, Pekerja Minta Tambahan Upah

Jam Kerja Dialihkan, Pekerja Minta Tambahan Upah

- detikFinance
Selasa, 08 Jul 2008 15:47 WIB
Jam Kerja Dialihkan, Pekerja Minta Tambahan Upah
Jakarta - Rencana pemerintah menjadwal ulang jam kerja operasional industri akan mengurangi waktu pekerja dengan keluarga. Jika rencana itu dilakukan, pekerja meminta tambahan penghasilan atau upah.

Hal tersebut disampaikan Presiden OPSI (Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia) Yanuar Rizky ketika dihubungi detikFinance, Selasa (8/7/2008).

"Hari libur itu kan hari keluarga dan secara normatif adalah hari keluarga jadi nggak bisa ganggu gugat. Kalau wajib masuk maka harus ada upah tambahan, insentif lah," ujarnya

Hak pekerja untuk bersama keluarga akan hilang. Oleh karena itu, jika Sabtu dan Minggu harus masuk maka upah di hari itu harus lebih mahal apalagi saat ini tingkat daya beli menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah alotnya negosiasi dengan pekerja terkait pengalihan jam kerja industri itu juga sebelumnya diakui oleh Menperin Fahmi Idris.

"Memang yang mereka khawatirkan yang utama adalah perundingan oleh pekerja, bagaimana mengalihkan hari libur ke hari kerja," ujar Fahmi.

Yanuar menambahkan, di kalangan serikat pekerja sendiri ada beberapa pendapat mengenai rencana baru pemerintah itu.

Ada yang menolak dengan alasan apabila penerapannya tidak diimbangi oleh penambahan upah. Lalu ada juga serikat pekerja mengambil sikap membolehkan saja asalkan ada ketentuan upah yang berbeda walaupun bukan hari lembur.

Yanuar juga mengatakan, ketentuan baru ini telah merusak tata kebiasaan waktu kerja dan libur kalangan buruh.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads