Menurut Deputi Perencanaan BP Migas Achmad Luthfi, dana sebesar US$ 19,7 miliar itu terdiri dari US$ 13,2 miliar investasi kapital dan US$ 6,5 miliar iinvestasi non kapital.
"Itu yang mereka ajukan dalam PoD-nya, tapi belum ada keputusan berapa yang akan disetujui," ujarnya dalam keterangan pers di kantor BP Migas, Gedung Patra Jasa, Jakarta, Selasa (8/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita membentuk tim integrasi untuk mengevaluasi. Hasilnya kita harapkan segera keluar," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Inpex memiliki 3 opsi untuk pengembangan gas di lapangan yang terletak di tengah lauatan itu.
Pertama, membawa gas dengan pipa ke pulau terdekat selama masih di wilayah RI. Kedua membawa gas ke Australia karena lebih dekat dibanding ke Indonesia. Ketiga membangun kilang LNG terapung. (lih/qom)











































