Karena adanya penghentian pasokan gas sementara itu PLN mengalami kerugian sekitar Rp 200-300 miliar. Kerugian ini terjadi karena PLN terpaksa harus menggunakan pembangkit berbahan bakar minyak.
"Kerugian PLN setelah menggunakan bahan bakar minyak sekitar Rp 200-300 miliar selama 2 minggu terakhir, karena bahan bakar minyak lebih mahal dari gas," ujar GM Distribusi Jakarta dan Tangerang Purnomo Willy dalam jumpa pers di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/7/2008).
Penggunaan bahan bakar minyak ini mengakibatkan tidak optimalnya mesin pembangkit sehingga terjadi kekurangan daya sekitar 150 MW dari total beban 5.000 MW pada
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan lampu dan AC juga sebaiknya dikurangi pada 11-25 Juli.
PLN sendiri berupaya memindahkan beban gardu induk yang masuk dalam sistem Muara Karang ke gardu induk lain yang bebannya masih memungkinkan.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya pemadaman.
"Kalau pun padam itu minimal sekali, pemadaman itu adalah sesuatu yang terakhir kali kami lakukan karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pemadaman listrik. Tapi kami akan berusaha supaya itu tidak terjadi dengan adanya partisipasi dari pelanggan," ujarnya.
Tanggal 11 Juli nanti, lanjutnya, kalau ternyata tidak terjadi pemadaman, pelanggan disarankan untuk tetap berhemat.
"Kita mohon sampai tanggal 25 Juli tetap berhemat, setelah itu normal seperti biasanya," ujarnya.
(ddn/ir)











































