Penggunaan AC dan lampu di Balaikota diketahui terlalu berlebihan. Hal itu bisa diketahui saat 'inspeksi dadakan' di ruang rapat Balaikota tepatnya ruang rapat Sekretaris Daerah DKI.
Penemuan itu sebenarnya terjadi secara tidak sengaja, saat GM Distribusi Jakarta dan Tangerang Purnomo Willy hendak menggelar jumpa pers tentang pemadaman listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun kemudian melihat lampu penerangan di ruang rapat dimana banyak lampu putih di sekeliling ruang rapat, dan di tengah ruangan lampu hias yang cukup besar.
"Mohon maaf ya lampu hias ini tidak perlu dinyalakan, karena sudah ada lamapu yang putih, saya kira dengan lampu yang putih saja sudah cukup terang," ujarnya di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/7/2008).
Asisten Sekda Bidang Pembangunan Sarwa Handayani yang mendengar hal itu terlihat mesem-mesem saja. Setelah itu dia meminta salah satu stafnya di pojok ruangan untuk mematikan lampu dan terbukti, ruangan masih cukup terang.
"Kan tidak mengurangi keindahan, kita perlu berhemat marilah kita berhemat," ujar Purnomo Willy.
Purnomo kemudian berkisah, dia sempat mengunjungi salah satu hotel di Jakarta. Hotel itu juga belum menerapkan penghematan listrik.
"Saya pernah menegur pengelola hotel karena lampu menyala padahal matahari bisa masuk, padahal kan dengan penghematan lampu kita akan turun banyak beban," ujarnya.
(ddn/qom)











































