Luas Lahan BBN di RI Capai 1 Juta Hektar

Luas Lahan BBN di RI Capai 1 Juta Hektar

- detikFinance
Rabu, 09 Jul 2008 13:41 WIB
Luas Lahan BBN di RI Capai 1 Juta Hektar
Jakarta - Luas tanaman bahan bakar nabati di Indonesia hingga Juni 2008 sudah mencapai 1.023.575 hektar. Tebu dan kelapa sawit masih menjadi komoditi yang paling diminati sebagai bahan bakar nabati.

Hal tersebut disampaikanKetua Timnas Bahan Bakar Nabati (BBN) Al Hilal Hamdi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (9/7/2008).

"Pengembangan tebu sebagai bahan bakar nabati hingga Juni 2008 tercatat 420.000 hektar, sementara kelapa sawit mencapai 400.000 hektar," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ada pengembangan singkong yang mencapai 52.215 hektar, sorgum manis sebanyak 20 hektar, dan jarak pagar 151.240 hektar.

Beberapa perusahaan yang mengembangkan singkong antara lain Sungai Budi di Lampung seluas 25.000 hektar, Medco di Lampung seluas 10.000 hektar, dan Sampoerna di Pawonsari, seluas 10.000 hektar.

Meski realisasi pengembangan singkong hingga Juni 2008 masih 52.215 hektar, namun hingga 2010 pengembangan singkong ini diprediksi bisa mencapai 682.000 hektar.

Yang terbesar adalah Sampoerna di Madiun, Pawonsari dan Kalimantan seluas 280.000 hektar, Medco di Sulawesi Selatan seluas 70.000 hektar, dan Sungai Budi di Lampung seluas 70.000 hektar.

Sementara untuk pengembangan tebu sebagai BBN, didominasi oleh RNI dan PTPN 2,7,8,9,10,11,14 di Sumut, Lampung, Sulsel, dan Jawa seluas 320.000 hektar.

Di luar itu ada juga Sugar Group di Lampung seluas 70.000 hektar, Wilmar/Gunung Madu di Lampung sebanyak 20.000 hektar, dan Salim Grup di Sumatera Selatan 10.000 hektar.

Pada tahun 2010, pengembangan tebu diperkirakan mencapai 698.000 hektar. Sedangkan pengembangan sorgum manis pada 2010 diperkirakan melonjak dari 20 hektar menjadi 17.200 hektar.

Untuk jarak pagar, pengembangan pada 2010 diproyeksikan 1.540.559 hektar atau melonjak 10 kali lipat dari sekarang yang 151.240 hektar.

Sementara pengembangan kelapa sawit sebagai bahan bakar nabati diperkirakan akan mendominasi pada 2010. Komitmen pengembangan yang sudah tercatat hingga saat ini mencapai 3.460.000 hektar.

Yang terbesar komitmen dari BUMN agro di Riau, Jambi, SUmsel, Kalimantan, Papua seluas 250.000 hektar untuk inti dan 880.000 hektar untuk plasma.

Disusul Sinarmas di Kalbar dan Merauke seluas 440.000 hektar, Genting Group di Boven Digul 400.000 hektar dan di Merauke 400.000 hektar.

Lalu ada 9 badan usaha di Merauke seluas 340.000 hektar, Muting Group di Merauke 290.000 hektar, Wilmar Group di SUmatera, Borneo 180.000 hektar, dan lain-lain. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads