Menurut Ketua Timnas BBN Al Hilal Hamdi, persiapan untuk penerapan mandatori ini sudah hampir final, tinggal masalah patokan harga.
"Tapi kita optimis soal harga ini bisa selesai pada waktunya, sehingga target (mandatori) pada September bisa terlaksana," ujarnya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (9/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapkan tahun ini sudah bisa menggunakan MOPS. Karena dengan begitu, konsumen jadi lebih punya kepastian berapa harga BBN," tambahnya.
Sekretaris Timnas BBN Evita Legowo menambahkan, harga BBN saat ini bervariasi. Seperti harga bioethanol yang kini lebih rendah dari harga premium, sedangkan biodiesel masih sedikit diatas solar.
Evita juga menyatakan, awalnya ada beberapa pilihan sektor untuk penerapan mandatori seperti industri dan transportasi. Tapi sektor industri dipilih karena lebih siap konsumennya ketimbang sektor transportasi.
"Karena itu, kita inginnya setelah sektor industri ini, sektor transportasi menyusul," katanya.
Untuk sektor transportasi saat ini baru Pertamina yang menyediakan BBN di SPBU-nya. Secara total ada 279 SPBU yang menyediakan BBN. Terdiri dari 232 SPBU yang menyediakan biosolar (1%), 46 SPBU yang menyediakan bipertamax (5%), dan 1 SPBU yang menyediakan biopremium (3%).
(lih/qom)











































