Â
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam jumpa pers di gedung Badan Kebijakan Fiskal Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (9/7/2008).
Â
"Realisasi pertumbuhan ekonomi pada semester I-2008 ini didukung oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor, jadi tingginya impor barang modal menunjukkan indikasi investasi akan terus meningkat di kuartal II dan III," ujarnya.
Â
Sri Mulyani memaparkan tingkat konsumsi rumah tangga pada triwulan II-2008 meningkat 5,2-5,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Alasannya beberapa sektor dan komoditas penting, seperti penjualan motor dan mobik naik strongly, kredit konsumsi perbankan juga meningkat," katanya.
Â
Adapun realisasi indikator makro sampai dengan akhir Juni 2008 adalah sebagai berikut:
- Pertumbuhan ekonomi hingga Juni 2008 mencapai 6,2%, sementara target di APBN-P 2008 adalah 6,4%.
- Laju inflasi hingga Juni 2008 mencapai 11,03%, sementara target di APBN-P adalah 6,5%.
- Suku bunga SBI 3 bulan hingga Juni 2008 mencapai 8,4%, sementara target di APBN-P adalah 7,5%.
- Nilai tukar rupiah hingga Juni 2008 mencapai Rp 9.261/US$, sementara target di APBN-P adalah Rp 9.100/US$.
- ICP hingga Juni 2008 mencapai US$109,4 per barel, sementara target di APBN-P adalah US$ 95 per barel.
- Lifting rata-rata minyak hingga Juni 2008 mencapai 937,6 juta kilo liter, sementara target di APBN-P adalah 927 juta kilo liter, perhitungan lifitng rata-rata ini dihitung dari Desember 2007 hingga Juni 2008.
- Volume konsumsi BBM hingga Juni 2008 mencapai 19,6 juta kilo liter, sementara target di APBN-P adalah 35,5 juta kilo liter.
- Volume konsumsi LPG hingga Juni 2008 adalah 0,43 juta kilo liter, sementara target di APBN-P adalah 2 juta kilo liter.











































