"Kita siap memakai BBN 2,5% itu sudah disosialisasikan sejak awal tahun, ini bagus karena bisa menghemat biaya bahan bakar," kata Ketua Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo) Djimanto ketika dihubungi detikFinance, Kamis (10/7/2008).
Djimanto mengatakan, jangan sampai pemerintah mewajibkan pemakaian BBN tapi di pihak lain tidak mampu memasoknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Djimanto pengusaha memang sangat keberatan dengan tingginya harga BBM industri yang mengikuti harga minyak internasional.
"Dengan adanya kewajiban BBN, ini bisa menjadi diversifikasi kalau bisa lebih dari 2,5% juga bagus," ujar Djimanto.
Apindo berharap pemerintah tidak hanya memasok BBN di satu wilayah tapi penyebarannya harus merata ke daerah lain.
"Sehingga industri bisa menjangkau dengan mudah BBN tersebut," katanya.
Djimanto berharap harga BBN akan lebh rendah dari harga BBM indutsri saat ini. Pemakaian BBN menurutnya, tidak akan menambah biaya investasi mesin baru.
(ir/qom)











































