EUR1 Miliar untuk Negara Miskin

Laporan dari Brussel

EUR1 Miliar untuk Negara Miskin

- detikFinance
Kamis, 10 Jul 2008 15:20 WIB
EUR1 Miliar untuk Negara Miskin
Brussel - Uni Eropa akan menawarkan bantuan bagi petani di negara-negara miskin untuk meningkatkan produksi pangan sebesar 1 miliar Euro dari EU's unspent agriculture funds (anggaran pertanian UE yang tidak terbelanjakan, red).

Komitmen UE untuk membantu negara-negara miskin yang terkena dampak krisis harga pangan ditegaskan kembali oleh Deputi Dirjen Loretta Dormal-Marino dari Direktorat Jenderal Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Komisi Eropa, demikian Atase Pertanian KBRI Brussel Edy Hartulistyoso kepada detikfinance, (9/7/2008).

Dormal-Marino menyampaikan penegasan itu dalam Translantic Dialogue on Agriculture and Rural Development yang diselenggarakan The German Marshall Fund of the United States di Brussel sehari sebelumnya, Selasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantuan UE tersebut dapat digunakan oleh negara-negara miskin dan berkembang yang termasuk net importer pangan untuk pengadaan benih dan pupuk bagi peningkatan produksi (85%) dan sisanya (15%) berupa bantuan pangan.

Rencana bantuan EUR1 miliar tersebut pertama kali dikemukakan secara terbuka oleh Komisioner Pertanian UE Mariann Fischer Boel pada Konferensi Who Will Feed the World?, yang digelar oleh Parlemen Eropa dan Presidensi Perancis di Brussel, Kamis (3/7/2008). Β 

Fischer Boel berpendapat bahwa setelah aksi tanggap untuk peningkatan produksi di Eropa, saat ini konsentrasi juga diperlukan untuk membantu negara-negara miskin yang menghadapi krisis akibat dampak kenaikan harga pangan. Β 

Kenaikan harga pangan tersebut seakan sebagai dua sisi koin, di satu sisi hal tersebut menguntungkan bagi negara eksporter pangan, di sisi lain menjadi masalah serius bagi net importer pangan.

Sementara itu Euobserver mengutip Financial Times melansir bahwa proposal bantuan sebesar EUR750 juta pada 2008 dan EUR250 juta pada tahun berikutnya berasal dari dana yang sedianya dialokasikan bagi produk UE yang tak terjual, namun tidak diperlukan lagi akibat kenaikan permintaan pangan. Β 

Rencana bantuan tersebut diduga akan mengundang debat di antara negara-negara anggota UE. Jerman, misalnya, biasanya menginginkan agar uang yang tidak terbelanjakan tersebut dapat kembali ke anggaran nasional.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads