"Kemarin Duta Besar India menanyakan bisa nggak mobil ini (Tata Nano) masuk ke Indonesia, tapi saya tidak bisa bilang ya atau tidak karena kita adalah anggota WTO yang menghargai prinsip-prinsip aturan WTO," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam acara pembukaan IIMS ke-16, di JCC, Jakarta, Jumat (11/7/2008).
Dikatakan oleh Fahmi, pihaknya belum bisa memutuskan untuk menerima tawaran dari India tersebut. Hingga kini India menjadi salah satu produsen pembuat mobil termurah di dunia.
"India mampu memproduksi mobil seharga US$ 2500. Mobil murah India sudah memproduksi dengan produsen bekerjasama dengan Korea," katanya.
Produsen mobil India, Tata Nano awal tahun 2008 meluncurkan mobil murah nan minimalis dengan harga US$ 2.5000 atau sekitar Rp 24 juta. Tata menjamin meski murah, namun Nano tetap memberikan kenyamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobil murah pengertiannya relatif lah yah, seperti Tata Nano apakah itu real car atau pengganti motor. Yang kita mau adalah real car, ketika di jalan raya mau lari berapa pun aman, dari Gaikindo kita setuju," ucapnya.
Fahmi menambahkan, industri otomotif Indonesia mengarah pada pertumbuhan positif. Namun ia juga mengingatkan tantangan yang masih harus dihadapi oleh Industri otomotif nasional.
"Ada tiga tantangan yaitu teknologi yang tidak berdampak pada masalah lingkingan hidup, low cost car, Energi alternatif,"
Mengenai ajang IIMS, Fahmi mengharapkan bahwa IIM bisa diarahkan sebagai sarana wisata seperti yang sudah menjadi kebiasaan di luar negeri.
(hen/qom)










































