'Belanja' Kambing dengan BLT

'Belanja' Kambing dengan BLT

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2008 16:29 WIB
Belanja Kambing dengan BLT
Boyolali - Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) dengan maksud agar warga miskin yang paling dirugikan dengan kenaikan harga BBM tersubsidi dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Namun para penerima BLT di Desa Candisari di Boyolali, justru membelanjakan uangnya BLT itu itu membeli kambing.

Di Desa Candisari, Ampel, Boyolali, terdapat 199 warga yang menerima BLT hari ini, Jumat (11/7/2008). Pembagian BLT dilakukan di balaidesa setempat. Sebelum pukul 12.00 WIB, pembagian sudah usai. Tinggal empat warga yang belum mengambil, itupun karena sedang berhalangan.

Setelah menerima masing-masing Rp 300 ribu, para tak lantas pulang ke rumah. Mereka ramai-ramai menuju pasar hewan di kota kecamatan Ampel. Kebetulan hari Jumat ini adalah Jumat Kliwon. "Pasar hewan di Ampel memang hanya buka pada hari pasaran Kliwon," ujar Suyatno, warga setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya para penerima BLT itu sebelumnya telah sepakat, akan membelanjakan uang bantuan dari pemerintah itu untuk membeli kambing. Alasannya, biar tidak segera habis hanya untuk kebutuhan makan. Diharapkan, kambing-kambing yang dibeli itu akan beranak-pinak dan selanjutnya bisa menambah penghasilan.

"Kami tidak pernah mengarahkan atau memerintahkan. Semua itu murni ide warga penerima BLT. Kami juga tidak melarang ataupun menghalang-halangi, karena setelah uang BLT itu diterima telah sepenuhnya menjadi hak penerima dalam mengelolanya," ujar Suyono, lurah desa setempat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Widodo, Ketua RT dusun Cuken, Candisari. Widodo mengatakan di dusunnya terdapat 11 penerima BLT. Jumat pagi tadi kesebelas orang tersebut menuju balaidesa Candisari untuk mengambil uang. Selanjutnya mereka langsung ke pasar hewan untuk membeli kambing.

"Nanti sekitar pukul 17.00 WIB mereka baru akan tiba di rumah. Bisa jadi malah agak malam karena harus hati-hati memilih kambing yang akan dibeli. Apalagi yang beli hari ini banyak. Dari desa Candisari saja sebegitu banyaknya. Mungkin harus berebut kambing yang bagus," paparnya.

Lalu bagaimana dengan kecukupan kebutuhan sehari-hari warga miskin itu? Widodo menjelaskan, warga miskin yang hidup di lereng Gunung Merbabu tersebut telah biasa hidup dengan ala kadarnya. Banyak cara bagi mereka untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan tiap harinya.

(mbr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads