Kehadiran cewek-cewek cantik ini bukan hanya sebagai pemanis saja, tetapi kalangan peserta termasuk agen tunggal pemegang merek (ATPM) sengaja menghadirkan hawa-hawa molek tersebut sebagai tenaga yang bisa memperkenalkan produk kepada pengunjung.
Sebut saja Lea, mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta sudah 3 kali mengikuti ajang IIMS sebagai tenaga sales promotion girl (SPG) dalam ajang IIMS kali ia bertugas sebagai tenaga SPG di Mitsubishi.
Lain hal dengan Monalisa, rekan sesama SPG di Mitsubishi ajang IIMS kali ini ajang pertamanya mengikuti sebagai profesi SPG. "Saya baru lulus kuliah hitung-hitung untuk mengisi waktu luang," ujar Mona yang ditemui detikFinance, Jumat (11/7/2008).
Sementara itu, Lusi salah satu SPG di stan Suzuki sudah sering mengikuti ajang-ajang semacam ini termasuk IIMS sebagai SPG. Faktor menambah pemasukan menjadi alasan utamanya mengikuti ajang IIMS, maklum kini Lusi sudah mendekati masa-masa tugas akhir kuliah. "Lumayan mas untuk menambah pemasukan," jelasnya.
Dibalik pekerjaan semacam ini, para wanita cantik ini mengaku banyak mengalami suka duka, termasuk digoda oleh pengunjung. Selain itu, pekerjaan yang terlihat ringan tersebut, sebenarnya memiliki tantangan juga karena SPG harus mampu dan faham betul mengenai produk yang dijaganya.
Tidak heran sebelum ajang akbar seperti IIMS banyak SPG ini ditraining terlebih dahulu, sebelum turun kelapangan.
"Saya di training sampai 2 hari, sempat juga berkunjung ke tempat perakitan," ujar Lusi.
Selain itu, secara fisik mereka juga dituntut untuk tetap prima karena ada beberapa ATPM yang menerapkan beberap shift, ada yang 1 shift atau ada pula yang memakai 2 shift.
"Capek mas, juga dingin apalagi kalau pakainnya minim, nggak boleh duduk juga lagi," ujar Cha-cha salah seorang SPG Hyundai.
Sementara itu dari sisi ATPM, hadirnya wanita-wanita cantik ini bukan hanya sebagai pemanis saja, namun diharapkan
mampu menarik minat pengunjung untuk menghampiri stannya, syukur-syukur membeli.
"Memang dalam dunia otomotif SPG tidak terlepas sebagai pemanis di dunia manapun, meskipun mereka kita beri pengetahuan soal produk," ujar Intan Vidiasari Kepala Hubungan Masyarakat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.
Dikatakan oleh Intan, bahwa kehadiran SPG sifatnya bukan sebagai sales murni tetapi sebagai pembantu peranan dari salesman.
"Kan lebih enak bertanya dengan wanita cantik bukan," selorohnya sambil tertawa.
(hen/qom)











































