Pemilu 2009 Banjir Hibah

Pemilu 2009 Banjir Hibah

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2008 18:25 WIB
Pemilu 2009 Banjir Hibah
Jakarta - Sejumlah negara dan lembaga donor banyak yang menawarkan hibah guna menunjang kegiatan pendukung pelaksanaan Pemilu 2009.

Menurut Deputi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Bappenas Bambang Sutedjo sudah ada beberapa Duta Besar negara-negara yang mendatangi Bappenas dan bertemu dengan Menneg PPN/Kepala Bappenas untuk memberikan bantuannya.

"Jumlahnya ada 10 lebih Duta Besar yang tertarik, dan selain Duta Besar juga ada beberapa lembaga donor yang tertarik," katanya dalam diskusi dengan wartawan di Kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Jumat (11/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, lanjut Bambang, pada 21 Juli 2008 Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta akan mengadakan pertemuan dengan para Duta Besar dan lembaga donor tersebut untuk menjelaskan kegiatan pelaksanaan Pemilu di 2009.

Memang saat ini dana hibah yang telah didapatkan oleh pemerintah untuk kegiatan pendukung Pemilu 2009 sudah sebesar US$15 juta, sementara kebutuhannya adalah US$30 juta. Sehingga masih membutuhkan US$15 juta lagi dan rencananya akan didapatkan dari sumber-sumber yanga akan diundangh tersebut.

"Adapun dana hibah ini akan digunakan untuk 3 kegiatan pendukung Pemilu 2009," kata Bambang.

Kegiatan tersebut adalah pertama untuk peningkatan kapasitas 33 KPU dan 465 KPUD di Kabupaten daerah, untuk peningkatan skill dari para petugas KPU. "Karena biasanya petugas tersebut adalah orang-orang yang baru direkrut," ujarnya.

Lalu kedua adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi masyarakat. "Karena dikhawatirkan partisipasi masyarakat menurun dalam Pemilu nanti sehingga perlu ada peningkatan kuantitas, jadi kita menyadarkan masyarakat kenapa mereka harus memilih, agar tidak seperti membeli kucing dalam karung," tuturnya.

Kemudian ketiga adalah untuk koordinasi, monitoring dan evaluasi kegiatan Pemilu di 2009.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads