Genjot Penjualan di IIMS 2008

Genjot Penjualan di IIMS 2008

- detikFinance
Sabtu, 12 Jul 2008 12:07 WIB
Genjot Penjualan di IIMS 2008
Jakarta - Tidak bisa dipungkiri ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-16 2008 telah menjadi ajang jualan bagi kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk menggenjot penjualan mereka.
 
Misalnya saja PT Mazda Motor Indonesia (MMI) menargetkan penjualan di ajang ini hingga 150 unit atau naik 90% dibandingkan IIMS 2007 sebanyak 80 unit. Optimisme Mazda tidak terlepas dari animo pasar terhadap mobil Mazda, dirilisnya Mazda CX-9 akan membantu MMI meraih target.
 
"Peluncuran New CX-9 dan kehadiran Mazda 5 akan membuat kami mendapat banyak perhatian dari pengunjung," kata Direktur Penjualan dan Pemasaran MMI Yoshiya Horigome usai peluncuran CX-9 di JCC, Jakarta, Jumat (11/7/2008).
 
CX-9 merupakan kendaraan sport utility vehicle(SUV) cross over premium berkapasitas tujuh penumpang dengan mengusung mesin 3,7 liter enam silinder dengan 270 tenaga kuda. CX-9 dibandrol dengan harga Rp 650 juta.
 
Sebelumnya Mazda telah melepas Mazda 5 dan 6. Hingga semester pertama 2008, penjualan Mazda meroket 150% menjadi 1.000 unit dibanding periode sama 2007 sebesar 400 unit.
 
Hingga kini BT 50 yang merupakan mobil pick up (PU) masih menjadi tumpuan penjualan Mazda dengan kontribusi sekitar 60%. Sisanya disumbangkan oleh model lain seperti 5, 6, 3 dan Tribute.
 
"Tahun lalu kami tidak mempunyai model ini. Selain itu jaringan dealer kami juga tidak sebanyak saat ini. Target kami CX-9 laku sebanyak 25 unit hingga tutup tahun," tuturnya.
 
Sementara itu, pemain otomotif asal negeri tirai bambu yaitu Chery, sangat yakin penjualan mereka akan naik setelah ajang IIMS ini, yaitu ditargetkan menembus 2.500 unit dibanding 2007 sebanyak 875 unit. Dengan di luncurkannya Chery 1,1 liter diharapkan akan mendongkrak penjualan Chery di Indonesia.
 
"Apalagi pada tahun ini kami baru resmi memasarkan Tiggo yang merupakan sport utility vehicle (SUV) andalan kami," kata Chief Executive Officer PT Unicor Prima Motor Tan Kim Pauw di JCC, Jumat (11/7/2008).
 
Dikatakan oleh Tan, pihaknya terus berupaya meyakinkan konsumen akan layanan purna jual. Untuk itu konsumen tidak perlu takut karena UPM berada dalam naungan Indomobil group.
 
Chery saat ini dirakit di pabrik milik PT National Assembler di kawasan Pulo Gadung dengan kapasitas terpasang 30 ribu unit setahun. Selain merakit Chery, pabrik ini merakit Foton dan Great Wall. Tan mengaku pihaknya tidak mengucurkan banyak investasi untuk merakit Chery dan Tigo. Total investasi untuk merakit dua model itu sekitar Rp 10 miliar untuk membeli robot perakitan.
 
Ia menuturkan, Chery 1,1 liter dilepas di harga Rp 79,5 juta lebih mahal dibanding versi 0,8 liter Rp 75,9 juta. Namun jika dibandingkan dengan kompetitor, harga Chery jauh lebih murah. Harga Kia Picanto standar, misalnya, saat ini mencapai Rp 85 jutaan.

Ia menuturkan, hingga April penjualan Chery QQ 0,8 mencapai 500 unit. Setelah versi 1,1 liter diluncurkan, produksi Chery 0,8 liter dihentikan. Hingga akhir tahun total penjualan Chery ditargetkan mencapai 2.000 unit sedangkan Tiggo mencapai 500 unit.

"Kami akan tambah tiga dealer pada tahun ini sehingga total mencapai 25 unit dari 23 unit," ujarnya.
 
 

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads