Demikian dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady dalam acara 3rd Indonesia International Automotive Conference di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Sabtu (12/7/2008).
"Industri saya kira baru baru dalam 1 sampai 2 tahun ini bisa melakukan adjustment penggunaan banak bakar nabati, apalagi bahan baku nabati ini juga belum berkembang pesat," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy mengatakan, kebijakan mandatori BBN ini akan positif dalam mengembangkan industri BBN di Indonesia sebagai alternatif dari energi di tengah meningkatnya harga minyak dunia.
"Kita harapkan ke depannya industri bisa menggunakan BBN sebesar 5% dari total konsumsi bahan bakar merek," ujarnya.
Saat ini bahan baku untuk BBN yang dikembangkan pemerintah dikatakan Edy antara lain adalah biji jarak, ubi kayu dan tebu. (dnl/qom)










































