Hal tersebut disampaikan Wapres Jusuf Kalla saat stasiun induk Compressed Natural Gas (CNG) di PT IEV Gas di Kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Sabtu (12/7/2008).
Menurut Kalla, program konversi minyak tanah ke elpiji yang dilakukan sejak setahun terakhir memberikan hasil yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data yang dikutip dari Departemen ESDM, program konversi minyak tanah di Jakarta sudah selesai akhir April.
khir bulan April 2008 program konversi minyak tanah (mitan) ke LPG di DKI Jakarta diproyeksikan selesai. Artinya, pada saat itu seluruh wilayah di DKI Jakarta telah dilaksanakan program konversi. Sedang Kepulauan Seribu akan dilakukan pada 2009.
Hingga tanggal 25 Maret 2008, pelaksanaan program konversi telah mencapai 95%. Ini ditandai dengan terbaginya 1.761.408 paket (kompor, tabung LPG 3 kg, selang dan regulator) secara gratis kepada masyarakat yang menjadi sasaran atau penerima program konversi.
Secara rinci pembagian paket program konversi minyak tanah ke LPG untuk masing-masing wilayah adalah Jakarta Utara 274.188 paket, Jakarta Timur 442.384 paket, Jakarta Pusat 178.000 paket, Jakarta Selatan 441.887 paket dan Jakarta Barat 454.949 paket.
Sedangkan sisa daerah yang belum mendapat paket pembagian program konversi adalah Kecamatan Cengkareng, Kecamatan Kalideres, Kecamatan Pasar Rebo, Kecamatan Cakung dan Kecamatan Kebayoran Baru. Ini akan diselesaikan pada April 2008.
Selanjutnya, mulai awal April 2008 dilakukan pembagian paket program konversi bagi UKM (penjual gorengan, bakso, dsbnya). Untuk tahap awal dibagikan 150 ribu paket berupa kompor jenis low presure dan tekanan tinggi pada lima wilayah DKI Jakarta. Hingga 6 April 2008 sudah terealisasi 60 %. (qom/qom)










































