Permintaan tersebut disampaikan Wapres saat meresmikan stasiun induk Compressed Natural Gas (CNG) di PT IEV Gas di Kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Sabtu (12/7/2008).
"Operasional CNG bukan hal yang baru, kira-kira 20 tahun yang lalu kita sudah mempunyai stasiun-stasiun di kota. Namun bukannya bertambah, tapi malah berkurang," ujar Wapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu kepada pemda dapat diberikan kewajiban pada kendaraan komersial, apakah angkot, taksia atau bus yang akan memberikan dampak pada efisiensi dan perbaikan lingkungan," jelasnya.
Wapres memberikan apresiasi kepada PT IEV yang ikut mengembangkan CNG di Indonesia, apalagi ditengah kenaikan harga minyak saat ini. Namun diakui, pengembangan infrastruktur gas memang lebih rumit ketimbang BBM.
"Tentu kita harus mencari dan mengembangkan energi alternatif yang dapat secara kontinu untuk menggantikan konsumsi BBM yang karena harganya dan keterbatasannya sehingga dapat diganti yang lebih baik sekaligus yang lebih murah," katanya.
"Karena harga minyak mahal, gas menjadi pilihan utama juga bagi pengembangan energi nasional. Kita punya minyak, namun produksinya menurun dibawah 1 juta barel per hari pada hari ini. Namun kita punya gas yang kapasitasnya kalau dihitung kalau dibanding dengan minyak, itu 3 kali lipat. Kalau itu ditotal, tetap kita punya kapasitas 4 juta barel per hari untuk oil and gas," imbuh Kalla. (qom/qom)











































