Peran koperasi di Indonesia sebagai instrumen penting pemberdayaan ekonomi kerakyatan semakin berkembang dan nyata peranannya. Karena itu, koperasi perlu diberikan apresiasi atas peranannya pada perekonomian yang terus berkembang sampai saat ini.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dalam pidatonya di acara Peringatan Hari Koperasi ke-61 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryadharma mengatakan, dari segi usahanya, pada tahun 2007 koperasi di Indonesia mengalami peningkatan Modal Usaha sebesar 17,7% dari Rp 39,16 triliun di 2006 menjadi Rp 46,09 triliun di 2007. Kemudian dia juga menambahkan Sisa Hasil Usaha meningkat 38,46%, dari Rp. 2,6 triliun (2006) menjadi Rp. 3,6 triliun (2007).
"Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada gerakan koperasi di seluruh Indonesia yang berkeinginan untuk melakukan perubahan besar dan lebih aktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukan bahwa koperasi tetap menjadi instrumen yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Suryadharma.
Adapun tema yang diambil dalam peringatan Hari Koperasi Ke-61 ini adalah "Revolusi Perkoperasian Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Rakyat". Â
"Saya berharap koperasi dapat menempatkan diri sebagai gerakan ekonomi yang mampu membawa perubahan besar bagi perekonomian bangsa dengan menggerakkan ekonomi rakyat secara mandiri, berkeadilan dan berkelanjutan," ujarnya.
Â
(dnl/qom)











































