Jangan Remehkan Koperasi

Jangan Remehkan Koperasi

- detikFinance
Sabtu, 12 Jul 2008 17:33 WIB
Jangan Remehkan Koperasi
Jakarta - Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali meminta agar koperasi tidak lagi dipandang sebelah mata. Dia meminta semua pihak untuk mengubah cara berpikir tentang koperasi.

"Yang paling penting dan mendesak untuk direvolusi saat ini adalah cara berpikir kita tentang koperasi. Kita harus bergegas untuk mengubah pola pikir yang klasik dan klise, yang memandang koperasi sebagai bangun usaha yang gurem, lemah, terbelakang dan karenanya pantas menjadi objek belas kasihan," tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Suryadharma Ali dalam sambutannya di acara Peringatan Hari Koperasi Ke-61 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/7/2008). Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cara berpikir seperti itu tidak memberi keuntungan apapun untuk pendewasaan dan kemandirian berkoperasi. Dan cara pandang seperti itu sama sekali bertentangan dengan fakta dan realitas koperasi dewasa ini," imbuhnya.

Suryadharma mengatakan telah banyak bukti nyata yang menyebutkan semakin banyak koperasi yang telah mampu melakukan kegiatan usaha secara modern dan profesional dengan skala besar.

"Terdapat koperasi konsumen di lingkungan pekerja di Kota Bontang, Kaltim, yang mempunyai anggota 2.828 orang dan mampu mempekerjakan karyawan sebanyak 100 orang. Koperasi ini mempunyai asset Rp 26 miliar," ujarnya.

Suryadharma juga menceritakan ada juga Koperasi Unit Desa di Pasuruan yang beranggotakan 9.282 orang dan mempunyai asset Rp 11 miliar dengan volume usaha yang mencapai Rp34, 75 miliar.

"Bahkan, pada tanggal 3 Juli 2008 di Kota Palembang ada koperasi yang mendapatkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI), karena mampu menerima pendaftaran anggota sebanyak 17.000 orang dalam satu hari," timpalnya.

Revolusi cara pandang perkoperasian tersebut dikatakan Suryadharma dilakukan untuk membangun ekonomi rakyat yang menjadi sasaran utama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi Indonesia yang merata dan berkeadilan.

Realisasi KUR


Hingga 11 Juli 2008, realisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mengucur sebanyak Rp 8,612 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 956.076 orang atau rata-rata kredit adalah Rp 9 juta per debitur.

"Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan kebijakan yang sangat ditunggu-tunggu dan sangat diminati oleh masyarakat koperasi dan UMKM untuk memenuhi kebutuhan modal usaha," tutur Suryadharma.

Sebagai Menteri Koperasi dan UKM, Suryadharma berterimakasih karena pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan berkaitan dengan dukungan untuk memajukan koperasi dan UKM.

"Terutama berkaitan dengan telah ditetapkannya kebijakan hapus tagih tunggakan Kredit Usaha Tani (KUT) tahun penyediaan 1998/1999 dan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," ujarnya.

Suryadharma mengatakan kebijakan KUT dapat menolong koperasi, khususnya KUD yang selama ini terbelenggu oleh tunggakkan KUT. Selain itu, petani yang tergabung dalam KUD dapat melakukan aktifitas ekonominya kembali.

Β 

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads