Kredit Pengembangan BBN Baru Terserap 0,78%

Kredit Pengembangan BBN Baru Terserap 0,78%

- detikFinance
Minggu, 13 Jul 2008 11:08 WIB
Kredit Pengembangan BBN Baru Terserap 0,78%
Jakarta - Realisasi penyaluran Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) hingga Juni 2008 masih sangat rendah. Dari dana yang tersedia sebanyak Rp 31,472 triliun, yang terserap baru Rp 246,145 miliar atau hanya sekitar 0,78%.

Dari data Tim Nasional Bahan Bakar Nabati (Timnas BBN) yang dikuti detikFinance, Minggu (13/7/2008), baru beberapa bank yangmenyalurkan kreditnya. Diantaranya adalah Bank Mandiri dan BRI.

Bank Mandiri tercatat sebagai penyalur kredit terbesar, yaitu Rp 137,377miliar dari komitmennya sebesar Rp 11,082 miliar atau sekitar 34,88%. Sementara BRI telah menyalurkan kredit sebanyak Rp 105,475 miliar dari komitmennya Rp 12 triliun atau sekitar 37,7%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Timnas BBN Evita Legowo berharap, para petani mau segera menyerap kredit yang sudah disiapkan perbankan untuk pengembangan BBN dan revitalisasi perkebunan.

"Karena ada batas waktunya, jadi lebih baik cepat digunakan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Perbankan lain yang juga menyediakan kredit adalah:
Bukopin sebesar Rp 1 triliun
BNI sebesar Rp 5 triliun
Bank Nagari sebesar Rp 986,685 miliar.
Bank Sumsel sebesar Rp 651 miliar
Bank Sumut sebesar Rp 500 miliar
Bank Agro sebesar Rp 300 miliar (lih/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads