Penghematan Tarif Non Subsidi 2008 Turun Rp 700 Miliar

Penghematan Tarif Non Subsidi 2008 Turun Rp 700 Miliar

- detikFinance
Minggu, 13 Jul 2008 15:50 WIB
Penghematan Tarif Non Subsidi 2008 Turun Rp 700 Miliar
Jakarta - PT PLN (persero) memperkirakan penghematan yang bisa diperoleh dari program tarif non subsidi bagi pelanggan 6.600 VA ke atas pada 2008 akan turun Rp 700 miliar. Pelanggan kelas kakap ini lebih rela membayar lebih mahal ketimbang harus berhemat.

Direktur Pembangkit Jawa Bali PLN Murtaqi Syamsudin menjelaskan, dari target awal penghematan subsidi sebesar Rp 2,7 triliun, kemungkinan yang bisa dicapai hanya Rp 2 triliun.

"Kebijakan ini tetap tidak membuat pelanggan jera. Karena mereka berpikir meskipun ada kebijakan tarif non subsidi ternyata masih bisa bayar, jadi pemakaian 2 bulan ini tidak terjadi pengurangan," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (13/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dengan pelanggan 6.600 VA membayar lebih mahal, PLN memang mendapat tambahan pendapatan. Namun tambahan pendapatan bukan yang diharapkan PLN.

"Kita inginnya mereka berhemat sehingga kita bisa menghemat biaya BBM," tambahnya.

Apalagi saat ini harga BBM terus melambung hingga menembus US$ 147 per barel. Akibatnya PLN memprediksi subsidi listrik yang harus ditanggung pemerintah bisa melonjak dari Rp 60 triliun menjadi Rp 80 triliun.

Dirut PLN Fahmi Mochtar sebelumnya menyatakan, biaya produksi listrik PLN sebenarnya mencapai Rp 1.200 per Kwh, tapi dijual ke masyarakat hanya seharga Rp 630 per Kwh.

"Itulah mengapa subsidi kita sangat besar. Padahal kalau menaikkan tarif listrik itu bukan wewenang kita," pungkasnya.

(lih/iy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads