Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Perikanan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/7/2008).
"Untuk yang curah lebih fluktuatif mengikuti harga internasional, stabil yang dalam arti tidak akan turun dan kembali ke harga US$ 350-400 per ton (CPO), sekarang pada kisaran US$1150-1200 per ton. Kita berharap ada di bawah US$ 1.000 tapi tidak akan kembali ke harga lama," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah akan mendorong supaya kondumsi minyak goreng lebih banyak ke kemasan, insentif-insentif akan diberikan dan cenderung mengarah yang kemasan, tapi kemasan yang dimaksud tidak harus premium, standar sama dengan curah tapi menggunakan kemasan," katanya.
Selain itu dalam menghadapi bulan puasa dan Lebaran, Bayu mengatakan pemerintah mendapatkan komitmen dari pelaku usaha minyak goreng bahwa pada Lebaran dan Ramadhan akan dilakukan konsentrasi penjualan minyak goreng bersubsidi baik melalui dana APBN maupun melalui program CSR.
"Jadi pada bulan itu akan dicoba ditingkatkan jumlahnya," imbuhnya.
Selain itu mengenai harga daging, Bayu mengakui memang ada lonjakan dan spekulasi terkait dengan larangan impor daging dari Selandia Baru.
"Tapi setelah larangan tersbeut dicabut, maka akan aman kembali saya rasa, ayam juga sama normal. tapi bukan berarti dalam kondisi yang terbaik karena tekanan dari harga pakan ternak dan flu burung yang belum selesai," ujarnya.
(dnl/qom)











































