Pembangkit senilai US$ 20 juta ini dibangun PT Tenaga Listrik Gorontalo dengan menunjuk kontraktor PT Rekadaya Elektrika & Shandong Machinary.
Kontrak pembangunan EPC (engineering, procurement, and construction) pembangkit ini diteken di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (14/7/2008).
"Kita harapkan setelah tandatangan ini pembangunannya bisa langsung mulai dan prosesnya sekitar 24 bulan, tepat 2 tahun," kata Presdir PT Tenaga Listrik Gorontalo, Sandiaga S Uno.
Dana sebanyak US$ 20 juta ini diperoleh dari pinjaman Bank Bukopin sebesar 70% dan sisanya merupakan modal perusahaan.
Sandiaga menjelaskan, meski pembangkit ini bisa membantu pasokan listrik di Gorontalo, bukan berarti defisit teratasi.
"Makanya PLN masih harus membangun pembangkit lagi supaya listrik disana tercukupi," katanya.
Usaha pembangunan pembangkit ini bermula sejak 2004 tapi terus terkendala masalah lahan. Bahkan ketika pada Desember 2007 tiang pancang sudah ditegakkan, lahannya masih diduduki masyarakat.
(lih/qom)











































