Daya Saing Usaha di Jateng Rendah

Daya Saing Usaha di Jateng Rendah

- detikFinance
Selasa, 15 Jul 2008 12:53 WIB
Semarang - Berdasarkan survei Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ), daya saing usaha di Jawa Tengah terbilang rendah. Iklim usaha juga belum kondusif.

Survei GTZ dilakukan pada akhir 2007 dan hasilnya di-launching di Gedung Bappeda Jateng, Jalan Pemuda Semarang, Selasa (15/7/2008). Perwakilan 35 kabupaten/kota dan sejumlah pengusaha hadir dalam acara itu.

Secara umum, nilai daya saing usaha berkisar antara 4,61-5,9 (skor tertinggi 10). Nilai tertinggi ditempati eks Karisidenan Banyumas, disusul oleh Pati, Surakarta, Semarang, Kedu Pekalongan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwakilan GTZ, Mukti Asikin menjelaskan, survei tersebut melibatkan 1.680 responden yang terdiri dari pengusaha berbagai sektor, skala usaha, jenis kelamin, posisi responden, tingkat pendidikan, dan lain-lain.

Untuk mengukur daya saing usaha, GTZ menggunakan indikator berupa kinerja ekonomi, persepsi terhadap iklim usaha, dinamika usaha, infrastruktur, kapasitas pemerintah, dan efisiensi pemerintah.

Asikin menjelaskan, pada tahun 2003 dan 2005, GTZ pernah melakukan hal serupa. Pada tahun 2007, survei tersebut dilakukan untuk Jawa Tengah secara keseluruhan dan dikenal dengan sebutan Bussiness CIimate Survey (BCS).

"Kami baru melakukan survei untuk pertama kali di Indonesia, sehingga belum bisa diperbandingkan dengan daerah lain," ungkapnya.

Pembicara lain yang tampil membahas hasil survei tersebut adalah Kabag Perekonomian Bappeda Jateng, Teguh Winarno, Pengusaha Haryanto Halim, dan Dosen Undip Turtiantono.
(try/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads