Survei GTZ dilakukan pada akhir 2007 dan hasilnya di-launching di Gedung Bappeda Jateng, Jalan Pemuda Semarang, Selasa (15/7/2008). Perwakilan 35 kabupaten/kota dan sejumlah pengusaha hadir dalam acara itu.
Secara umum, nilai daya saing usaha berkisar antara 4,61-5,9 (skor tertinggi 10). Nilai tertinggi ditempati eks Karisidenan Banyumas, disusul oleh Pati, Surakarta, Semarang, Kedu Pekalongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengukur daya saing usaha, GTZ menggunakan indikator berupa kinerja ekonomi, persepsi terhadap iklim usaha, dinamika usaha, infrastruktur, kapasitas pemerintah, dan efisiensi pemerintah.
Asikin menjelaskan, pada tahun 2003 dan 2005, GTZ pernah melakukan hal serupa. Pada tahun 2007, survei tersebut dilakukan untuk Jawa Tengah secara keseluruhan dan dikenal dengan sebutan Bussiness CIimate Survey (BCS).
"Kami baru melakukan survei untuk pertama kali di Indonesia, sehingga belum bisa diperbandingkan dengan daerah lain," ungkapnya.
Pembicara lain yang tampil membahas hasil survei tersebut adalah Kabag Perekonomian Bappeda Jateng, Teguh Winarno, Pengusaha Haryanto Halim, dan Dosen Undip Turtiantono.
(try/qom)











































