Sepinya pengunjung ini diperkirakan karena kurangnya publikasi yang dilakukan oleh panitia. Di pelataran gedung Depperin hanya terlihat satu baliho besar yang kurang terlihat dari jalan raya, bahkan umbul-umbul yang biasanya menempati banyak sudut diareal gedung Depperin tidak terlihat.
"Hari kedua ini memang sepi dibanding pembukaan kemarin naik turun itu biasa, kemarin saya dapat omset 1 juta, hari ini setengahnya pun belum," kata Uni salah satu peserta pameran yang menjajakan kripik balado.
Sementara itu Sugiono salah satu koordinator IKM Kabupaten Solok mengatakan bahwa ajang pameran ini sepi karena cakupan areal pengunjungnya hanya sebatas pekerja kantoran di areal sekitar gedung Depperin Jl Gatot Soebroto.
"Memang ramainya kalau mau istirahat ramai,setelah itu sepi, hanya karyawan kantor sekitar dan pegawai Depperin saja, omset hari pertama 1,5 juta, sekarang hanya baru 700 ribu," katanya kepada detikFinance, Rabu (16/7/2008)
Sedangkan untuk bagian produk pakaian seperti songket dan bordir mengalami hal yang sama, sebut saja Zulwi Asri salah satu pengrajin bordir mengaku omsetnya pada hari kedua turun drastis karena sepinya pengunjung.
"Sebenarnya saya tidak kejar omset tapi lebih pada promosi saja," ujarnya.
Sebagai gambaran saja, harga songket yang ditawarkan berpariatif mulai dari Rp 300.000 sampai Rp 1.250.000 untuk bordir berkisar Rp 150.000 sampai Rp 750.000.
"Pengunjung umumnya Sumatra Barat, Omset Rp 4 juta sudah cukup bagus, waktu ikut JCC saya bisa dapat Rp 30 juta per hari, ini lebih pada promosi," ujar Edwir salah satu pengrajin songket.
Sementara itu Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam kesempatan yang berbeda mengatakan ajang pameran yang berlokasi di Gedung Depperin diharapkan bisa menjadi sarana promosi yang ampuh khususnya bagi produk-produk unggulan daerah.
"Jadikan plasa pameran idustri departemen perindustrian sebagai salah satu mediator sekaligus fasilitator untuk memberikan akses potensial pada pasar dalam dan luar negeri," kata Fahmi.
Tanah minang memiliki potensi yang besar, dengan berbagai corak budaya seperti kain tenun, songket, sulaman, batik tanah liat, bordir, kalau pangannya seperti rendang, keripik balado dan lain.
(hen/qom)











































