Nasib Rice Estate Belum Jelas

Nasib Rice Estate Belum Jelas

- detikFinance
Kamis, 17 Jul 2008 15:59 WIB
Nasib Rice Estate Belum Jelas
Jakarta - Rencana pengembangan kawasan padi seluas 1 juta hektar (rice estate) belum jelas kelanjutannya. Program itu diusung investor Timur Tengah yang tergabung dalam Islamic Development Bank (IDB) yang bekerjasama dengan Perum Bulog.

Bulog sendiri telah menyatakan setidaknya ada 3 pemerintah daerah yang sudah siap untuk rice estate yaitu Papua (Merauke), Kalimantan Tengah dan Kalimantan  Timur.

"Masih proses evaluasi, mereka belum datang kita tunggu, penjajakan, Bulog  sebagai off tacker nantinya," jelas Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (17/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mustafa menambahkan arah dari kerjasama ini belum diputuskan seperti apa nantinya. Namun Bulog siap dengan skema kerjasama apapun yang akan menjadi keputusan.

"Soal joint venture, belum tahu kita belum tentukan apakah joint venture atau joint operation, kita terbuka dengan berbagai alternatif pilihan. Belum bisa menentukan kapannya," jelas Mustafa.

Sebelumnya ada beberapa negara yang berminat dalam pengembangan rice estate diantaranya Qatar, Saudi, Kuwait dan lain-lain.

Dikatakan oleh Mustafa, nantinya skema kerjasama dilapangan bisa menerapkan pola perkebunan inti rakyat (PIR) dengan pola kemitraan. "Investor 25%, rakyat 75% agar tidak menimbulkan resistensi," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Indonesia cukup beruntung karena dari beberapa negara yang dikaji oleh IDB yaitu Vietnam, Thailand dan Indonesia. Indonesia terpilih sebagai negara pengembangan rice estate.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads