Bulog sendiri telah menyatakan setidaknya ada 3 pemerintah daerah yang sudah siap untuk rice estate yaitu Papua (Merauke), Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
"Masih proses evaluasi, mereka belum datang kita tunggu, penjajakan, Bulog sebagai off tacker nantinya," jelas Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (17/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal joint venture, belum tahu kita belum tentukan apakah joint venture atau joint operation, kita terbuka dengan berbagai alternatif pilihan. Belum bisa menentukan kapannya," jelas Mustafa.
Sebelumnya ada beberapa negara yang berminat dalam pengembangan rice estate diantaranya Qatar, Saudi, Kuwait dan lain-lain.
Dikatakan oleh Mustafa, nantinya skema kerjasama dilapangan bisa menerapkan pola perkebunan inti rakyat (PIR) dengan pola kemitraan. "Investor 25%, rakyat 75% agar tidak menimbulkan resistensi," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa Indonesia cukup beruntung karena dari beberapa negara yang dikaji oleh IDB yaitu Vietnam, Thailand dan Indonesia. Indonesia terpilih sebagai negara pengembangan rice estate.
(hen/ir)











































