Padahal Perum Bulog mengusulkan kenaikan CBP sebesar 1,5 juta ton untuk 2009 dari 800.000 ton pada tahun 2008.
Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar usai acara Rencana Kerja dan Anggaran Perum Bulog tahun 2009 di Komis IV, Kamis (17/7/2008).
"CBP sekarang ini 800.000 ton yang diusulkan oleh Bulog untuk tahun 2009, oleh komisi diminta dinaikan 2,5 juta. Jadi harus ada tambahan 1,7 juta ton ditambah 3,8 juta ton berarti kita harus ada 5,5 juta ton beras pengadaan 2009. Kalau ini harus dilakukan ada tantangan baru bagi Bulog," katanya.
Dikatakan Mustafa, meski target tersebut berat namun Bulog akan mencoba sejumlah cara untuk mencapainya termasuk dengan melakukan upaya-upaya peningkatan di crash program.
"Tahun ini CBP disetujui 800.000 ton, kenaikannya tahun depan adalah sebesar 1,7 juta ton. CBP ini dibeli 100% langsung oleh APBN, jadi cukup aman," ujarnya.
Dengan demikian pengadaan beras di dalam negeri pada 2009, akan mencapai 5,5 juta ton jika ditambah dengan pengadaan beras dalam negeri tahun ini.
"Kita lihat kemampuan anggaran secara profesional mungkin berat tapi 1,7 juta ton saja kita sudah cukup realistis," ucapnya.
Hingga 15 Juli 2008 pengadaan beras telah mencapai 2,043 juta ton termasuk untuk non HPP sebanyak 149 ribu ton. Pencapaian ini telah mencapai 73% dari target pengadaan prognosa tahun 2008 sebanyak 2,8 juta ton.
Sedangkan untuk realisasi beras miskin (raskin) hingga 15 Juli 2008 mencapai 1,573 juta ton atau terealisasi 84,33% dari target Januari-Juli 2008 sebanyak 1,866 juta ton. (hen/qom)











































