Kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Agustus, pada penutupan perdagangan Kamis (17/7/2008) merosot hingga 5,31 dolar ke level US$ 129,29 per barel.
Namun pada perdagangan Jumat (18/7/2008) di Singapura, kontrak ini rebound 1,02 dolar ke level US$ 130,31 per barel. Kontrak ini menembus rekornya di US$ 147 per barel pada Jumat pekan lalu, namun selanjutnya anjlok tajam setelah data cadangan minyak AS menunjukkan peningkatan yang lebih besar dari ekspektasi pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pialang menyatakan, anjloknya harga minyak dipicu oleh terus melemahnya pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya memicu penurunan permintaan minyak dunia.
Analis dari Sucden, Nimit Khamar mengatakan, pasar terdukung oleh kuatnya fundamental permintaan dan penawaran dalam jangka panjang.
"Namun dalam jangka pendek, ada kecemasan yang nyata tentang kesehatan perekonomian dunia," ujar Khamar seperti dikutip dari AFP.
Turunnya harga minyak terutama dipicu oleh peningkatan tajam yang melebihi perkiraan investor untuk cadangan migas AS. Untuk pekan yang berakhir 11 Juli, cadangan minyak mentah AS meningkat 3 juta barel, sementara pasar memperkirakan adanya penurunan cadangan 2,2 juta barel.
"Laporan cadangan intinya mengindikasikan bahwa permintaan minyak AS sangat lemah," ujar Victor Shum, analis dari Purvin and Gertz.
(qom/ir)











































