Harga Minyak Anjlok ke US$ 130 per Barel

Harga Minyak Anjlok ke US$ 130 per Barel

- detikFinance
Jumat, 18 Jul 2008 09:26 WIB
Harga Minyak Anjlok ke US$ 130 per Barel
Singapura - Harga minyak merosot tajam dan kini berada di level US$ 130 per barel. Sejak awal pekan ini, harga minyak sudah ambles hingga 15 dolar setelah pekan lalu menembus rekor tertingginya di US$ 147 per barel.

Kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Agustus, pada penutupan perdagangan Kamis (17/7/2008) merosot hingga 5,31 dolar ke level US$ 129,29 per barel.

Namun pada perdagangan Jumat (18/7/2008) di Singapura, kontrak ini rebound 1,02 dolar ke level US$ 130,31 per barel. Kontrak ini menembus rekornya di US$ 147 per barel pada Jumat pekan lalu, namun selanjutnya anjlok tajam setelah data cadangan minyak AS menunjukkan peningkatan yang lebih besar dari ekspektasi pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara minyak jenis Brent pengiriman September kemarin turun hingga 2,56 dolar ke level 136,19 per barel. Namun pada perdagangan di Asia Jumat ini, kontrak ini naik 55 sen ke level 131,62 per barel.

Para pialang menyatakan, anjloknya harga minyak dipicu oleh terus melemahnya pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya memicu penurunan permintaan minyak dunia.

Analis dari Sucden, Nimit Khamar mengatakan, pasar terdukung oleh kuatnya fundamental permintaan dan penawaran dalam jangka panjang.

"Namun dalam jangka pendek, ada kecemasan yang nyata tentang kesehatan perekonomian dunia," ujar Khamar seperti dikutip dari AFP.

Turunnya harga minyak terutama dipicu oleh peningkatan tajam yang melebihi perkiraan investor untuk cadangan migas AS. Untuk pekan yang berakhir 11 Juli, cadangan minyak mentah AS meningkat 3 juta barel, sementara pasar memperkirakan adanya penurunan cadangan 2,2 juta barel.

"Laporan cadangan intinya mengindikasikan bahwa permintaan minyak AS sangat lemah," ujar Victor Shum, analis dari Purvin and Gertz.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads