Â
Menurut Kepala BP Migas R Priyono, sisa lifting sebanyak 5 juta barel ini dibutuhkan sebagai stok cadangan nasional.
Â
"Kita harapkan sampai Desember selesai. Tinggal 5 juta barel, karena kita kan juga butuh stok," katanya disela-sela acara Porseni Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (18/7/2008).
Â
Saat ini sisa lifting yang belum terangkut tersisa sekitar 7 juta barel. Artinya Pertamina diminta mengangkut 2 juta barel sisa lifitng yang belum terangkut sejak beberapa waktu lalu hingga akhir Desember 2008.
Â
Sebelumnya, BP Migas menegur Pertamina karena proses pengangkutan hasil produksi minyak bagian pemerintah yang tidak lancar. Pertamina pun menyewa dua kapal tanker tambahan untuk menyelesaikan angkut mengangkut lifting tersebut. (lih/qom)











































