Hal ini dikatakan oleh Menkominfo M. Nuh dalam jumpa pers pencapaian program KUR, BLT serta rencana penerapan SKB pergeseran jam kerja industri, di Kantor Depkominfo, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (18/7/2008).
"Besaran ini sudah ada kemajuan, jadi dari 12,168 juta RTS yang tersebar realisasinya mencapai 6,471. Kita akan terus memonitor perkembangannya sehingga realisasi dan sasarannya tercapai," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sampai 18 Juli 2008 pagi tadi pukul 08.00, jumlah realisasi uang yang telah dikucurkan mencapai Rp 1,929 triliun," ujarnya.
Dari data yang diberikan, juga disebutkan sampai pagi tadi jumlah kartu BLT yang diblokir adalah sebanyak 173.158 kartu yang dilaorkan oleh 78 kabupaten/kota.
Sosialisasi Pengalihan Jam Kerja Industri
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jawa-Madura-Bali PLN Murtaqi Syamsuddin juga memberikan penjelasan mengenai pengalihan jam kerja industri.
Ia menjelaskan, ketidakseimbangan antara penambahan kapasitas listrik serta demand yang terjadi menyebabkan PLN seringkali mengalami defisit pasokan listrik dan hasilnya adalah pemadaman.
Oleh karena itu pelaksanaan pergeseran jam kerja industri yang rencananya akan dilakukan mulai 31 Juli 2008 ini dilakukan agar beban PLN terutama di hari-hari kerja tidak membludak.
Ia mengatakan dalam 5 tahun terakhir ini konsumsi listrik tumbuh 6,7% per tahun, beban puncak tumbuh 4,8% per tahun dan kapasitas pembangkit hanya tumbuh 3,5% per tahun.
"Hal ini menyebabkan rasio cadangan kapasitas terhadap beban puncak pada 2008 ini hanya 21%," katanya.
Oleh karena itu konsep pergeseran jam kerja industri ini perlu dilakukan, karena di hari kerja defisit daya PLN adalah 600 MW, sementara di hari Sabtu PLN surplus sekitar 1.000 MW dan di hari Minggu PLN surplus 1.500 MW.
"Kontribusi beban listrik industri itu adalah 7.200 MW, jadi beban dari industri pada hari kerja sebesar 600 MW dari pelanggan industri digeser ke Sabtu dan Minggu," jelas Murtaqi.
Untuk mengatur beban tersebut, PLN telah membagi industri dalam 12 kluster industri sehingga masing-masing kluster nanti dipindahkan jam kerjanya secara bergantian pada Sabtu-Minggu sehingga mengurangi beban 600 MW.
"Kami juga tadi sudah berbicara dengan Kadin mengenai rencana kita ini sehingga mereka sudah bisa mengatur, dan mereka bisa memahami dan bersedia melakukannya," ujarnya.
Jadwalnya dikatakan Murtaqi, pada 21-29 Juli PLN meminta seluruh unitnya di daerah untuk melakukan sosialisasi dan koordinasi mengenai rencana ini. Lalu pada 31 Juli hingga akhir 2009 dilakukan implementasi dari program ini.
"2009 akan ada tambahan 1.500 MW dari program 10 ribu MW, yang pertama itu dari PLTU Labuan, tapi pasti ada juga penambahan beban, oleh karena itu penjadwalan jam kerja ini hanya berlangsung sampai akhir 2009," katanya.
Untuk memperbaiki kinerjanya ke depan, Murtaqi mengatakan pasokan batubara akan diperbaiki distribusinya karena tambahan 1.500 MW di 2009 adalah dari PLTU yang berbahan bakar batubara.
"Tidak perlu khawatir meskipun kemarin sempat ada gangguan pasokan batubara di PLTU Cilacap dan Tanjung Jati B. Tapi akan kita antisipasi ke depan agar hal tersebut tidak terjadi lagi," tuturnya.
(dnl/qom)











































