Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi MS Marpaung menjelaskan, seharusnya model royalti nikel Inco sudah diganti sejak Juni 2008. Namun karena pemerintah menginginkan keuntungan yang optimal, maka keduanya akan membahas model royalti yang lain.
"Kita berpikir, kalau royalti yang seharusnya di terapkan Juni lalu benar-benar diterapkan, maka setoran ke pemerintah bakal berkurang. Makanya kita lihat lagi, kira-kira royalti yang bagaimana yang bisa menguntungkan pemerintah dan Inco juga," katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (20/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model royalti yang lama menggunakan patokan harga nikel dikalikan dengan rumus tertentu. Sementara seiring harga nikel yang terus menanjak, pemerintah menginginkan harga nikelnya tidak dipatok lagi. Sehingga pemerintah dan Inco sama-sama menikmati harga nikel yang naik daun.
"Jadi sekarang mau dicarikan model supaya kalau harga nikel naik, sama-sama berbagi. Kalau turun juga sama-sama bagi-bagi juga," jelasnya.
Ia mengaku tidak mudah untuk mengubah model royalti ini. Inco masih ingin menerapkan royalti yang sudah seharusnya diterapkan pada Juni 2008.
"Dari pihak Inco seret, biasalah. Mereka bilang contract is contract," ujarnya.
Β (lih/asy)











































