Demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla dalam sambutan Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke-13 di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/7/2008).
"Tambahan penerimaan itu berasal dari penghematan energi yang kita lakukan sekarang ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu ada juga program percepatan pembangunan pembangkit listrik batubara 10.000 MW yang dilakukan untuk mengurangi porsi pemakaian BBM sebagai bahan bakar pembangkit.
Program penghematan, lanjut Kalla, menjadi penting karena 40-45 persen anggaran negara tahun ini yang mencapai Rp 1.000 triliun digunakan untuk menutupi kebutuhan subsidi BBM dan listrik, pangan, dan cicilan utang serta bunganya.
Sehingga dengan adanya penghematan energi, maka diharapkan ada dana yang tersisa untuk investasi dan pembangunan infrastruktur di dalam negeri. Dengan begitu, bisa mendongkrak ekonomi Indonesia yang diprediksi akan melesat pada 2011.
"Tahun 2011, kita optimis pertumbuhan ekonomi akan melesat menjadi 9% dan Indonesia akan menjadi negara yang lebih terhormat di Asia," katanya.
(lih/lih)










































