Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) Al Hilal Hamdi, di usai acara Workshop Sosialisasi Pengembangan BBN, di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/7/2008).
"Banyak sekali pengusaha yang investasi di BBN seperti Samsung yang akan masuk untuk mengambil alih untuk pengembangan biodiesel di Sumatera ingin menjadi basis biodiesel. Investasi yang sudah masuk Rp 1,5 triliun, nantinya akan sepuluh kalinya," ujar Al Hilal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka membeli perkebunan yang sudah jadi, seluas 25.000 dari pabrik CPO di Riau, nanti akan menjadi 50.000 kilo liter biodiesel per tahun, tahun depan saya kita sudah mulai memulai," jelasnya.
Para investor yang masuk ini, menurut Hilal menjadi pendorong pengembangan petani plasma sawit, sekarang ini pemerintah mengembangkan subsidi kredit bunga bagi para petani.
"Sampai sekarang memang bertahap subsidi bunga dari Rp 1 triliun bisa Rp 30 triliun kredit kepada petani plasma hingga Juni sudah 11% penyerapannya," katanya.
(hen/ddn)











































