Sebelumnya Mittal ingin menjadi mitra strategis PT Krakatau Steel (KS), namun pemerintah dan DPR memutuskan untuk melakukan IPO terhadap perusahaan baja nasional itu.
Keseriusan ArcelorMittal ini dibuktikan dengan kunjungan 2 orang pihak manajemen Mittal yang didampingi oleh Komite Kadin untuk negara Inggris ke Departemen Perindustrian (Depperin) pada Selasa sore (22/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Direktur Industri Logam I.G. Putu Suryawirawan saat dihubungi detikFinance selasa malam mengatakan bahwa dalam pertemuannya dengan pihak Mittal, terungkap bahwa keinginan Mittal untuk berinvestasi di Indonesia dan menanyakan mengenai penjajakan pemberian insentif untuk investasi pabrik baja.
"Pada prinsipnya pemerintah memberi dukungan, dan mereka intinya juga meminta dukungan pemerintah. Mereka masih mempelajari, mengkaji, lokasi mana. Soal jumlah investasinya belum sampai kesitu. Waktu kunjungan April lalu melalui Laksmi Mittal komitmen untuk invest US$5 miliar dalam waktu 5 tahun. Mereka masih melakuka kajian," kata Putu.
Dikatakan oleh Putu, bahwa keseriusan Mittal dapat terlihat dari kunjungan pihak manajemen yang diwakili pejabat teras atas yaitu Vice President dan General Manager ArcelorMittal. "Selain meminta dukungan, mereka juga banyak menanyakan mengenai insentif," jelasnya.
Soal insentif, Putu mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan kerangka insentif bagi industri baja yang berinvestasi secara terintegrasi yaitu melalui PP No 1 tahun 2007. "Apabila mereka bangun secara terintegrasi maka akan masuk insentif PP No 1 2007," katanya.
Rencananya setelah bertemu dengan pihak Depperin, delegasi manajemen ArcelorMittal pun akan menemui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan pihak Kamar Dagang dan Industri (kadin). (hen/ir)










































