Mittal Seriusi Rencana Bangun Pabrik Baja di Indonesia

Mittal Seriusi Rencana Bangun Pabrik Baja di Indonesia

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2008 08:08 WIB
Mittal Seriusi Rencana Bangun Pabrik Baja di Indonesia
Jakarta - ArcelorMittal kembali melakukan gebrakan dengan berencana membangun pabrik baja terintegrasi dari hulu hingga ke hilir (iron making hingga steel making) di Banten dan Pasuruan dengan nilai  investasi minimal US$ 5 miliar.

Sebelumnya Mittal ingin menjadi mitra strategis PT Krakatau Steel (KS), namun pemerintah dan DPR  memutuskan untuk melakukan IPO terhadap perusahaan baja nasional itu.

Keseriusan ArcelorMittal ini dibuktikan dengan kunjungan 2 orang pihak manajemen Mittal yang didampingi oleh Komite Kadin untuk negara Inggris ke Departemen Perindustrian (Depperin) pada Selasa sore (22/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa investor sekelas dia tidak mungkin hanya invest di steel making, kalau steel making struktur industrinya tidak kuat. Investor seperti Mittal tidak akan setengah-setengah, secara teori harus ada pengintegrasian," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA), Ansari Bukhari di gedung Depperin, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (22/7/2008).              

Sementara Direktur Industri Logam I.G. Putu Suryawirawan saat dihubungi detikFinance selasa malam mengatakan bahwa dalam pertemuannya dengan pihak Mittal, terungkap bahwa keinginan Mittal untuk berinvestasi di Indonesia dan menanyakan mengenai penjajakan pemberian insentif untuk investasi pabrik baja.

"Pada prinsipnya pemerintah memberi dukungan, dan mereka intinya juga meminta dukungan pemerintah. Mereka masih mempelajari, mengkaji, lokasi mana. Soal jumlah investasinya  belum sampai kesitu. Waktu kunjungan April lalu melalui Laksmi Mittal komitmen untuk invest US$5 miliar dalam waktu 5 tahun. Mereka masih melakuka kajian," kata Putu.

Dikatakan oleh Putu, bahwa  keseriusan Mittal dapat terlihat dari kunjungan pihak manajemen yang diwakili pejabat teras atas yaitu Vice President dan General Manager ArcelorMittal. "Selain meminta dukungan, mereka juga banyak menanyakan mengenai insentif," jelasnya.

Soal insentif, Putu mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan kerangka insentif bagi industri baja yang berinvestasi secara terintegrasi yaitu melalui PP No 1 tahun 2007. "Apabila mereka bangun secara terintegrasi maka akan masuk insentif PP No 1 2007," katanya.

Rencananya setelah bertemu dengan pihak Depperin, delegasi manajemen ArcelorMittal pun akan menemui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan pihak Kamar Dagang  dan Industri (kadin). (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads