Pada perdagangan Selasa (22/7/2008) di New York, kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Agustus merosot hingga 3,09 dolar menjadi US$ 127,95 per barel.
Kontrak ini sebelumnya sempat rebound hingga 2 dolar pada Senin (21/7/2008), setelah penurunan tajam hingga 16 dolar pada pekan sebelumnya. Rebound terjadi setelah badai Dolly bergerak menuju Teluk Meksiko, plus menegangnya kembali suhu geopolitik di Iran terkait program nuklirnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Badai pertama yang akan menuju teluk itu telah menimbulkan kekhawatiran dan kegugupan di pasar. Badai yang sepertinya merupakan yang terburuk itu akan membuat sejumlah kecil produksi minyak di Teluk Meksiko terhenti, namun untuk gas sepertinya tidak akan terpengaruh," ujar Phil Flynn, analis dari Alaron Trading seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/7/2008).
Peramal cuaca sebelumnya mengeluarkan peringatan badai Dolly akan menuju Teluk Meksiko pada Selasa lalu, dan akan mengancam sebagai badai kategori 1 di seluruh dataran Amerika.
Beberapa perusahaan pengeboran minyak mengevakuasi pegawainya dari fasilitas kilangnya. Sekitar seperempat produksi minyak mentah AS dan 15 persen produksi gas alam AS berasal dari Teluk Meksiko.
Setelah memudarnya kekhawatiran akan badai Dolly, investor kini fokus pada pertumbuhan ekonomi AS dan kelanjutan pembicaraan nuklir Iran. Pembicaraan pada pekan lalu di Jenewa, Swiss tak banyak membawa perkembangan. Iran memiliki waktu 2 minggu untuk merespons tawaran internasional untuk menghentikan proyek nuklirnya.
(qom/ir)











































