Belanja Modal BUMN Belum Maksimal

Belanja Modal BUMN Belum Maksimal

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2008 11:50 WIB
Belanja Modal BUMN Belum Maksimal
Jakarta - Realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) BUMN hingga paruh pertama tahun 2008 memang belum maksimal. Sebagian besar terhambat karena karena masalah teknis.

Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil disela pembukaan HRD Congress 2008 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
 
"Realisasinya capex BUMN seperti yang lainnya juga tergantung waktu. Kita akan dorong, supaya capex bisa cepat direalisasi karena akan bantu pertumbuhan ekonomi. Apalagi kontirubusi BUMN cukup besar," katanya.

Salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi adalah realisasi proyek-proyek dari pemerintah dan perusahaan termasuk BUMN. "Tapi masalahnya lebih teknis di lapangan, tetapi tidak semua lamban. Seperti PLN yang capexnya paling besar, bisa menyelesaikan proyeknya lebih cepat," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Subsidi Listrik

Subsidi listrik untuk PT PLN tahun depan diperkirakan Rp 84 triliun atau turun sekitar Rp 4 triliun dari tahun ini yang akan menembus Rp 88 triliun. Menurutnya, subsidi listrik yang dialirkan ke PLN ini bisa turun karena beberapa pembangkit dari program percepatan 10.000 MW sudah selesai.
 
"Subsidi ke PLN tahun ini meningkat jadi Rp 88 triliun, tapi tahun depan hanya Rp 84 turun. Jadi turun karena pembangkit 10.000 MW sudah berjalan," katanya.
 
Pembangkit 10.000 MW menggunakan bahan bakar batubara. Sementara selama ini yang disubsidi pemerintah adalah bahan bakar minyak yang digunakan PLN.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads