Mochtar Riady Usung Teknologi Belgia Lawan Kanker

Mochtar Riady Usung Teknologi Belgia Lawan Kanker

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2008 11:43 WIB
Mochtar Riady Usung Teknologi Belgia Lawan Kanker
Jakarta - Bos grup Lippo, Mochtar Riady rupanya serius dengan misinya melawan kanker di Indonesia. Siloam Hospitals, salah satu rumah sakit milik Lippo, baru saja menandatangani kerjasama dengan IBA Belgia untuk mentransfer teknologi deteksi kanker dini.

"IBA Belgia memiliki teknologi deteksi kanker dini yang paling mutakhir di dunia. Untuk pengembangan riset kanker di Indonesia, kami membeli teknologi mereka. Ini adalah yang pertama di Indonesia," ujar Mochtar.

Demikian disampaikan disela acara penandatanganan kerjasama Siloam Hospital Group dan IBA di kantor konstruksi Siloam Hospital Semanggi, Jalan Garnisum Dalam, Karet, Jakarta, Rabu (23/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini Lippo telah memiliki beberapa Siloam Hospitals di Jakarta dan Surabaya. Namun Siloam Hospitals yang baru saja dibangun di sekitar kawasan Plaza Semanggi ini, rencananya akan dijadikan sebagai Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC).

"Saya sangat suka dengan namanya, Building of Hope atau Rumah Harapan. Dengan kerjasama ini, semoga misi Pak Mochtar mengalahkan kanker di Indonesia bisa terwujud. Kami sangat senang bisa membantu," ujar Duta Besar Belgia untuk Indonesia, HE Marc Trenteseau.

MRCCC atau Building of Hope yang nantinya berkapasitas 210 tempat tidur perawatan ini ditargetkan beroperasi pada Desember 2009. Nantinya rumah sakit ini akan menyediakan fasilitas clinical cyclotron yang pertama di Indonesia.

Clinical Cyclotron merupakan peralatan deteksi kanker dini yang diproduksi oleh IBA Belgia. Peralatan ini dikabarkan mampu mendeteksi seluruh jenis kanker.

"Harga alat ini sekitar US$ 2 juta per unitnya. Total dana yang kami siapkan untuk membeli seluruh peralatan beserta alat pendukungnya sekitar US$ 30 juta," ujar CEO Siloam Hospitals, Dr. Gershu Paul.

Untuk investasi seluruh pembangunan MRCCC beserta peralatannya, nilainya ditaksir mencapai US$ 100 juta atau hampir Rp 1 triliun. Meski MRCCC memiliki peralatan canggih serta investasi sebesar itu, targetnya bisa menjangkau pasien-pasien dari kelas menengah ke bawah.

"Biaya rawat per pasien sekitar Rp 1-3 juta. Namun untuk pasien-pasien tidak mampu, Building of Hope akan menyediakan subsidi," ujar Mochtar.

MRCCC ini nantinya akan berkolaborasi dengan Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), lembaga riset kanker milik Lippo yang berlokasi di Karawaci, Tangerang.

MRIN baru saja diresmikan beberapa waktu yang lalu. Investasi yang ditanamkan bos grup Lippo di MRIN sekitar US$ 30 juta, ditambah biaya pelaksanaan lembaga sekitar US$ 3 juta tiap tahunnya.

"Pendanaan MRIN merupakan bagian dari CSR kami. Dananya berasal dari yayasan kami," ulas Mochtar.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Mochtar berharap dapat mewujudkan misinya untuk mengalahkan kanker di Indonesia. (dro/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads