Demikian disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam pidatonya di acara Konfrensi Sektor Publik di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
"Untuk tahun ini pertama kalinya kita belanjakan lebih dari Rp 1.000 triliun, pertama kali kabinet ini terbentuk, anggaran belanjanya Rp 420 triliun," jelasnya.
Sri Mulyani mengatakan sebagian besar anggaran belanja tersebut dialokasikan untuk subsidi BBM dan listrik yang besarannya hampir Rp 300 triliun. "Padahal dulu subsidi untuk 2 hal ini hanya Rp 20 triliun," ujarnya.
Namun menurut Sri Mulyani, besarnya anggaran yang mencapai Rp 1.000 triliun itu sebagian besar tidak digunakan untuk belanja modal.
"Padahal belanja modal ini seperti pembangunan infrastruktur, akan menambah aset pemerintah. Jadi dari Rp 1.000 triliun, yang muncul dalam neraca pemerintah, aset tambahnya tidak banyak," katanya.
Sri Mulyani mengakui bahwa pilihannya memang sulit karena masyarakat ingin pemerintah membangun infrastruktur.
"Kalau saya bangun jalan, irigasi dan sebagainya, nanti subsidi harus dikurangi dan berarti BBM naik, dan masyarakat akan marah-marah lagi," imbuhnya.
(dnl/qom)











































