Dengan adanya penambahan sapi perah tersebut maka produksi susu dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan industri susu hingga 50% pada tahun 2013.
Demikian dikatakan oleh Ketua Dewan Persusuan Teguh Boediyana dalam acara konferensi pers di Hotel Ambara, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
Β
Dikatannya harga susu internasional sejak tahun lalu melambung tinggi, sedangkan harga susu di dalam negeri terbilang lebih murah namun tidak mampu menyuplai kebutuhan susu dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak heran banyak industri susu mencari para peternak dalam negeri, tapi sayangnya tidak mampu terpenuhi," katanya.
Untuk itu ia meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan para peternak susu, termasuk memberikan subsdi pembelian sapi perah.
"Untuk meningkatkan populasi sapi, perlu impor sapi perah hidup, bisa memberikan subsidi Rp 10 juta per ekor, bisa saja dengan mekanisme KUR," pintanya.
Ia memprediksi total kebutuhan penambahan sapi hingga pertahun bisa mencapai 10.000 ekor pertahun dalam kurun waktu selama 5 tahun ke depan.
"Dengan begini target kita tahun 2013 bisa memenuhi 50% kebutuhan susu dalam negeri, sekarang populasi sapi perah kita hanya 300.000 ekor," jelasnya.
Ia menambahkan dengan adanya program ini diharapkan tingkat konsumsi susu di Indonesia bisa dinaikan lagi dengan menyediakan susu yang lebih murah dan terjangkau. Maklum selama ini tingkat konsumsi susu di Indonesia sangat rendah dibandingkan negara lainnya.
Sebagai perbandingan saja tingkat konsumsi susu di Indonesia perkapita hanya mencapai 7 liter per tahun. Sedangkan di Malaysia 16 liter per tahun, Vietnam 9 liter per tahun, China 8 liter per tahun, Pakistan 40 liter dan negara-negara maju seperti Amerika mencapai 100 liter lebih per tahunnya.
"Harga susu yang mahal itu, hanya untuk kelas atas hampir orang kaya mengkonsumsi 50 liter per kapita pertahun sedangkan yang miskin hanya, 0,5 liter per tahun,ini terjadi karena ketidakmerataan pendapatan masyarakat," ujarnya.
(hen/ir)











































