Di Solo, dalam sepekan terakhir harga cabai naik hingga mencapai 50 persen dari harga semula. Para pedagang di Pasar Legi, pasar induk di Solo, mengatakan dalam beberapa hari terakhir harga cabai rawit selalu mengalami peningkatan. Karena harga dari penyuplai selalu naik maka harga jual mereka juga menyesuaikan naik.
Para pedagang cabai di Pasar Legi menuturkan, pada pertengahan pekan lalu mereka masih menjual cabai rawit merah seharga Rp 20 ribu/kg. Hari Rabu kemarin, harga jualnya Rp 28,5 ribu/kg. Namun pada hari ini mereka harus menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 30 ribu/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga cabai, terutama cabai rawit, dari penyuplai selalu naik, ya terpaksa kami juga harus ikut menaikkan harga jualnya. Tapi repotnya, pembeli juga berkurang. Akhir-akhir ini agak susah menjualnya," ujar Asih, salah seorang pedagang cabai di Pasar Legi Solo, Kamis (24/7/2008).
Hal serupa juga disampaikan oleh para pedagang lainnya. "Rata-rata keuntungan kami hanya Rp 1.000 per kilogram cabai yang terjual. Kalau pas rame ya lumayan. Tapi saat ini agak sepi," ujar Pak Dul, seorang pedagang cabai lainnya.
Bagi para pembeli, kenaikan harga cabai tersebut terpaksa harus dihadapi. Selain karena sudah kebiasaan terjadi kenaikan harga setiap kemarau, faktor kebutuhan juga membuat pembeli tetap harus mencarinya.
"Ya gimana lagi, kalau memang harganya naik ya harus dibayar karena memang kita butuh cabai untuk kebutuhan sehari-hari. Paling-paling cara untuk memperkecil pengeluaran, kami mengurangi masakan yang membutuhkan banyak cabai," ujar Menuk, salah seorang pembeli.
(mbr/qom)










































