Hal tersebut disampaikan Sekjen Depkeu Mulia P Nasution dalam jumpa pers usai kunjungan resmi Sekjen OECD Angel Gurria dengan Menteri Keuangan yang juga merangkap Menko Perekonomian Sri Mulyani di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
"Ini penjajakan awal jadi Indonesia masuk dalam program enhanced engagement yang dilakukan OECD," ujarnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sebagai negara yang gencar dalam melakukan pembangunan akan menuntungkan dengan kerjasama ini. OECD itukan klub dari negara-negara kaya, meskipun ada juga dari negara-negara berkembangnya," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Menko Perekonomian bidang Hubungan Internasional Mahendra Siregar mengatakan Indonesia masuk dalam 5 negara pada dalam program enhanced engagement ini bersama dengan Brasil, China, India dan Afrika Selatan.
"Untuk kemungkinan kita jadi full member bukanlah fokus utama pada saat ini, kita saat ini akan pelajari kemungkinan kerjasama yang ada bagiannya untuk percepatan pembangunan kita," tuturnya.
Sekjen OECD Angel Gurria mengatakan perekonomian Indonesia dinilai OECD telah mengalami kemajuan yang berarti dalam beberapa tahun terakhir.
"Kedatangan kita adalah mengajukan kerjasama untuk pengembangan pembangunan yang dinamakan enhanced engagement dengan 5 organisasi dengan melihat kemungkinan negara tersebut akan menjadi anggota kita," katanya.
Dalam pertemuan itu, OECD juga menyerahkan laporan OECD berkaitan dengan keadaan ekonomi di Indonesia. Laporan tersebut menilai 6 isu utama yaitu kebijakan ekonomi makro, aturan dan birokrasi usaha, kompetisi, upaya menarik investasi asing, fleksibilitas peraturan perburuhan serta proteksi sosial.
(dnl/ddn)











































