Hemat Energi Mal: Eskalator Dibatasi, AC Mati Lebih Cepat

Hemat Energi Mal: Eskalator Dibatasi, AC Mati Lebih Cepat

- detikFinance
Jumat, 25 Jul 2008 08:49 WIB
Hemat Energi Mal: Eskalator Dibatasi, AC Mati Lebih Cepat
Jakarta - Para pengelola pusat-pusat perbelanjaan atau mal harus berpikir keras untuk mengikuti ketentuan hemat energi yang akan segera dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). Sejumlah upaya penghematan sudah disiapkan.

Para pengelola mal sendiri menilai rencana pemerintah untuk menerapkan surat keputusan bersama (SKB) untuk penghematan lsitrik  bagi mal dan perkantoran terlalu berlebihan. Selama ini pihak pengelola mal mengaku sudah melakukan penghematan listrik meskipun belum menyeluruh.

"Mal itukan ada yang boros, ada yang sudah berhemat, sekarang kalau disuruh hemat 20% mau dimulai dari mana. Bagi yang masih boros pasti bisa 20% dihemat nah kalau yang sudah hemat bagaimana?," tanya  Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan saat dihubungi detikFinance, Jumat (25/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakuinya, secara prinsip pihak pengelola mal tidak keberatan atas kebijakan tersebut. Namun yang terpenting adalah bagaimana memastikan ukuran batas penghematan tadi, mengingat setiap karakter mal memiliki tingkat menghemat berbeda-beda.

"Kalau mal yang sudah berhemat tentunya akan sulit," ucapnya.
 
Untuk itu pihaknya akan mencoba menekankan pada anggotanya untuk terus melakukan langkah penghematan misalnya:

  • Mengurangi tingkat drajat dinginnya AC dari 22-23 diturunkan menjadi 25
  • Memperlambat penghidupan AC pada saat jam buka dengan menghidupkan thilleer secara bertahap dan mengoperasikannya lebih lambat satu jam dari biasanya
  • Mempercepat mematikan AC pada saat mendekati jam tutup mal misalnya pukul 20.00 sudah mulai dimatikan bertahap dari biasanya jam 21.00.
  • Membatasi operasi eskalator.

"Memang untuk eskalator yang otomatis itu lebih baik, tapi mahal, apa mau pemerintah subsidi harganya Rp 20 juta," katanya.

Komposisi penggunaan listrik di operasioanl mal memang lebih banyak terbuang untuk AC yang mampu menelan listrik hingga 60% dari total kebutuhan listrik sebuah mal.

Selebihnya adalah eskalator yang mampu menyerap nlistrik 10% sampai 20%, selebihnya lift, alat masak, kulkas pendingin, lampu-lampu dan lain-lain.

"Sekarang ini ada kurang lebih 200 mal di seluruh Indonesia,  setahu saya hotel dan mal menyerap listrik hampir 16% dari demand listrik, tapi mal hanya 5% saja," katanya.

Ditambahkan oleh Ridwan kebutuhan setiap mal setiap harinya berbeda-beda misalnya untuk mal sekelas Taman Anggrek yang berkategori besar membutuhkan listrik per harinya mencapai 10.000 KVA per hari, untuk mal menengan seperti Blom Plaza hanya membutuhkan 4250 KVA per hari. (hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads