Inflasi Juli Mulai Lewati Faktor Kenaikan BBM

Inflasi Juli Mulai Lewati Faktor Kenaikan BBM

- detikFinance
Jumat, 25 Jul 2008 15:25 WIB
Inflasi Juli Mulai Lewati Faktor Kenaikan BBM
Jakarta - Dampak kenaikan BBM diperkirakan sudah tidak lagi mendominasi inflasi bulan Juli. Bank Indonesia (BI) melihat sentimen kenaikan BBM sudah bukan ancaman lagi.

Hal ini berbeda dengan inflasi Juni yang mencatat inflasi 2,4% dan laju inflasi year on year (Juni 2008 terhadap Juni 2007) sebesar 11,03% ketika puncak kenaikan BBM paling terasa.

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengaku memang masih banyak faktor yang bisa menekan inflasi di bulan Juli tapi tidak lagi didominasi kenaikan BBM pada Mei lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari pada kita nebak-nebak angka, tapi kalau lihat dari faktornya saya memperkirakan akibat dari BBM peak-nya sudah bulan lalu harus sudah begitu, tapi kalau lihat faktor-faktor lain bulan ini lebih tinggi seperti minyak dunia yang mencapai US$ 145 per barel, kelangkaan gas dan sebagainya itu mungkin ada pengaruhnya terhadap inflasi," tutur Hartadi di kantor BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/7/2008).

Hartadi mengaku tidak bisa menyebut apakah ke depan tren inflasi akan turun atau masih tinggi. Yang jelas, faktor kenaikan minyak dunia masih akan tetap jadi beban ekonomi dunia.

"Belum tahu karena faktor BBM sudah habis sekali atau dampak kenaikan sampai yang saya bilang tadi yaitu kelangkaan. Mana yang paling kuat saya belum punya feeling. Mungkin kalau feeling dari minyak dunia masih bisa memberikan kenaikan tapi kalau kenaikan dari BBM dalam negeri sudah selesai, sudah peak," katanya.

Untuk pertumbuhan ekonomi dunia, lanjut Hartadi seharusnya trennya sudah lebih baik dari perkiraan semula. Tapi menurutnya belum ketahuan apakah dengan begitu tren pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik atau tidak.

Sedangkan untuk suku bunga, BI masih akan melihat faktor-faktor lain yang mempengaruhi selain dari kenaikan BBM. "Tunggu RDG, nanti saya bilang turun yang lain bilang naik bagaimana," ujarnya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads