Perekonomian Daerah Melambat di Triwulan II-2008

Perekonomian Daerah Melambat di Triwulan II-2008

- detikFinance
Jumat, 25 Jul 2008 16:27 WIB
Jakarta - Perekonomian di daerah pada triwulan II-2008 secara umum cenderung melambat dibandingkan triwulan I-2008. Penyebabnya antara lain penurunan daya beli, tekanan inflasi dan akses likuiditas yang masih rendah.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Sugeng dalam acara Pemaparan Tinjauan Ekonomi Regional Triwulan II oleh BI, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (25/7/2008).

Ia mencontohkan daerah Sumatera Selatan justru mengalami penurunan walaupun daerah ini merupakan pusat dari pertambangan dan komoditas. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Selatan turun dari 6,9% pada triwulan I-2008 menjadi 4,6% pada triwulan II-2008, karena terjadi penurunan produksi beberapa hasil tambang seperti minyak, batu bara dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk inflasi tertinggi berada di Palembang, Aceh dan Kendari yang disebabkan adanya faktor kelompok bahan makanan, terutama masalah suplai karena distribusi.

"Kalau Denpasar rendah karena suplainya ter-linkage dengan Jawa terutama Jawa Timur. Di Batam tidak menjadi masalah soal pasokan karena terbantu dari Singapura," ujarnya beralasan.

Meski secara umum terjadi perlambatan, tapi beberapa masih masih terjadi peningkatan perekonomian untuk daerah tertentu. Daerah yang mengalami peningkatan diantaranya Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua karena ditopang oleh menggeliatnya sektor komoditas.

"Nilai tukar dari para petani meningkat sehingga konsumsi meningkat yang mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut seperti kelapa sawit, karet, coklat dan lain-lain," jelasnya.

Ia menambahkan sekarang ini memang terjadi ketimpangan pertumbuhan ekonomi diantara daerah di Indonesia termasuk ada yang berada di bawah pertumbuhan nasional bahkan ada yang di atas nasional. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads