Maka salah satu upaya penting bagi Indonesia adalah bekerjasama intensif dengan empat negara yang masuk dalam kategori enhanced engangement.
Demikian disampaikan Sekjen OECD Angelo Gorea, usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (25/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan siang ini, Angelo menyampaikan hasil kajian OECD tentang pertumbuhan perekomomian Indonesia.
Pemerintah dinilai telah lakukan banyak perbaikan yang nyata mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal yang menjadi tolok ukurnya masalah perbaikan aturan investasi, kerjasama ekomomi, dan indikasi makro lainnya.
Atas rekomendasi OECD, Presiden SBY menyatakan akan mempelajari lebih seksama. Masukan OECD merupakan kehormatan bagi Indonesia, terlebih organisasi dunia tersebut mempunyai catatan lengkap atas semua kebijakan ekonomi dari berbagai negara baik yang berhasil dan gagal.
"Indonesia dimasukkan OECD dalam kategori enhanced engangement bersama dengan Cina, India, Brazilia, dan Afsel. Dengan status seperti ini kita punya peluang lebih luas untuk kerjasama. Tapi masih banyak PR yang harus kita selesaikan, seperti terus mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta regulasi lebih baik," ujar SBY.
(lh/ddn)











































