Pada perdagangan Jumat (25/7/2008) di New York, minyak jenis light kembali turun 1,55 dolar ke level US$ 123,94 per barel. Harga sempat menyentuh US$ 122,50 per barel, yang merupakan terendah sejak 5 Juni. Sementara minyak jenis Brent turun hingga 1,47 dolar ke level US$ 124,97 per barel.
Konsumsi bahan bakar di AS --- yang merupakan konsumen terbesar dunia--- dan negara industri lainnya mulai turun, sehingga harga minyak mentah terus turun dari level tertingginya di US$ 147 pada 11 Juli lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan permintaan barang-barang yang tahan lama telah menguatkan dolar AS dan para ahli perminyakan memperkirakan produksi OPEC meningkat. Kedua faktor itu telah membantu turunnya harga minyak," ujar Phil Flynn, analis dari Alaron Trading di Chicago seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/7/2008).
Ahli perminyakan memperkirakan kenaikan produksi OPEC hingga 280.000 barel per hari untuk Juli. (qom/qom)










































