PU 'Amankan' Kekeringan di Jabar

PU 'Amankan' Kekeringan di Jabar

- detikFinance
Sabtu, 26 Jul 2008 11:45 WIB
PU Amankan Kekeringan di Jabar
Indramayu - Departemen Pekerjaan Umum melalui program penanggulangan darurat air minum Direktorat Jenderal Cipta Karya membantu penanggulangan kekeringan yang semakin meluas di Jawa Barat.

Bantuan dilakukan dengan menyalurkan bantuan 3 mobil tangki air minum dan 24 unit terminal air untuk 6 desa di Kecamatan Losarang Indramayu Jawa Barat.

Upaya ini bagian dari partisipasi pemerintah pusat (Departemen PU) dalam menanggulangi darurat air karena kekeringan, salah satunya di Jawa Barat yang terus menunjukan trend meluas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian disampaikan oleh Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono Departemen Pekerjaan Umum (PU) dalam acara penyerahan bantuan unit tanki air di Kecamatan Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (26/7/2008)

"Kita sudah masuk musim kemarau, saya terima laporan di Jabar musim kekeringan dan kemarau debit air semakin melebar, PU mengingatkan bahwa kita sudah masuk kemusim kering Jawa Barat saja dari 105 desa yang kekeringan menjadi 109 desa dalam waktu beberapa minggu," katanya.

Bantuan itu diberikan untuk enam desa, yaitu diantaranya Desa Krimun, Desa Jumbleng, Desa Puntang, Desa Jangga, Desa Cemara, Kulon dan Desa Sunting.

Selama para penduduk desa yang mengalami kekeringan memaanfaatkan sumur dan sumur bor dengan kualitas air asin dan payau. Bahkan beberpa saluran irigasi air yang selama ini menjadi sarana cuci dan mandi kering total.

Indramayu bukan satu-satunya daerah yang mengalami kekeringan, berdasarkan data BMG pad bulan Juli terdapat 48 Kabupaten diseluruh Indonesia mengalami kekeringan atau kesulitan air bersih. Wilayah yang paling terbanyak mengalami kekeringan adalah pulau Jawa yaitu Jawa Timur 12 kabupaten, Jawa Tangah 12 kabupaten, Jawa Barat 8 kabupaten dan Yogyakarta 3 Kabupaten.

"Ini kerja sama kita antara pemda, tentunya biaya operasionalnya adalah pemda. Hingga Oktober kita perkirakan akan selesai musim kemarau, setelah itu kita akan tarik kembali fasilitas mobil tanki dan terminal airnya," jelasnya.

Sebelumnya Departemen PU sudah mengalami program serupa sejak tahun 2001 hingga kini, termasuk telah memberikan bantuan 898 unit fasilitas mobil tanki. Selain itu juga PU mencanangkan program membangun sumur-sumur pompa tangan. Tahun ini PU menargetkan bantuan penanganan darurat air sebanyak 900 desa untuk seluruh Indonesia.

Di Jawa Barat sendiri menurut Budi, ada titik lokasi yang akan menjadi perhatian selanjutnya yaitu di Cirebon, Subang dan lain-lain.

Dari kalangan masyarakat sekitar, sangat menyambut gembira upaya dari pemerintah pusat. Sebut saja Imron salah satu kepala keluarga Desa Krimun Kecamatan Losarang bersama penduduk desa lainnya sejak awal Juli sudah mengalami pahitnya kekurangan air.

Sementara itu Rainah ibu rumah tangga harus mengeluarkan uang belanja lebih untuk membeli air sebanyak Rp 6000 sampai Rp 10.000 untuk kebutuhan 60 liter per hari.

"Ya bisa Rp 6000 lebih, kadang-kadang sore tidak kebagian enggak mandi, beli juga antri kadang enggak kebagian," keluh Rainah.

Sementara itu Kasubdit wilayah I Ditjen Cipta Karya Fatwan Tanjung bantuan ini diperuntukan untuk 2400 kepala keluarga (KK) lebih. Dengan perkiraan setiap satu desa bisa mencapai 8000 liter per hari untuk 400 kepala keluarga. Setiap KK akan diberikan 1 drigen per hari secara cuma-cuma.

Sedangkan Kepala Dinas PU Cipta Karya Indramayu Sofyan, pihaknya berencana untuk membangun instalasi jaringan air minum ke titik-titik lokasi kekringan di Losarang yang diperkirakan akan menelan dana Rp 12 miliar.

"Sekarang ini kapasitas instalasi 10 liter per detik di PDAM Pamayahan untuk membangun jaringan baru butuh Rp 12 miliar untuk menambah kapasitas 50 liter per detik, tapi idealnya 100 liter lebih per detik," papar Sofyan.

"Pemerintah akan bantu, tapi memang bukan semata-mata pemerintah tapi perlu dari pemda," timpal Budi.


(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads