"Kita sudah memiliki alur pada Jumat untuk menjadi hasil yang sukses pada Jumat malamnya. Ini memang belum sempurna, namun secara jelas berimbang dan memiliki dukungan yang kuat," ujar Kepala Perwakilan Perdagangan AS, Susan Schwab seperti dikutip dari AFP, Senin (28/7/2008).
"Sayangnya, beberapa negara berkembang telah memutuskan bahwa bagaimanapun mereka ingin menyeimbangkan kembali sesuai kepentingan satu atau isu yang lainnya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Perdagangan India, Kamal Nath menyatakan pertemuan malam hari kemarin cukup konstruktif, namun masih ada ketidaksepakatan atas masalah tarif impor produk pertanian dan proposal untuk barang-barang industrial,
"Ada 100 negara yang telah membuat kesimpulan untuk mengekspresikan kepentingan yang disebut special safeguard mechanism (SSM), yang akan membuat negara-negara berkembang bisa menaikkan tarif produk pertanian jika impor melonjak," tambah Nath.
Namun diplomat dari Afrika menepis pernyataan Nath itu. "Siapa saja 100 negara itu? Mereka (India) memunculkan segepok kebohongan," ketusnya.
Dibawah kesepakatan yang dibawa Dirjen WTO Pascal Lamy, negara-negara berkembang dapat menggunakan SSM untuk memproteksi sektor pertaniannya dengan menaikkan tarif pada barang-barang impor jika melonjak lebih dari 40%.
Namun diplomat India menilai batasan itu terlalu tinggi. "Sejalan dengan waktu, tarif dapat mencapai 40%, dan masyarakat kami akan meninggal," cetusnya.
(qom/ir)











































