"Yang betul-betul fight adalah Brasil, China, dan India," ujar Anggota DPR dari Komisi XI Dradjad Wibowo dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Senin (28/7/2008).
Dradjad mencontohkan dalam negosiasi mengenai safeguard bagi sektor pertanian, Indonesia kurang ngotot dalam sidang-sidang dan cenderung memahami konsesi ecek-ecek yang diberikan negara maju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu seperti dikutip Reuters, dalam perundingan dalam sidang WTO di Jenewa Swiss, negara-negara berkembang terpecah suaranya dalam pembahasan proposal untuk negosiasi perdagangan global. Perbedaan muncul dalam pembahasan mengenai spesial product (Sps) dan spesial safeguard mechanism (SSM) .
Negara berkembang seperti India, China dan Indonesia meminta porsi yang besar dalam SPs dan SSM untuk melindungi jutaan petani dari dampak perdagangan bebas.
Sedangkan negara berkembang yang merupakan eksportir pangan seperti Thailand dan Uruguay yakin bahwa ekspor produk pertanian yang lebih banyak lagi ke negara miskin lain adalah kunci dari pertumbuhan negaranya.
(ddn/ir)











































