KS Tanggapi Dingin Investasi Mittal di Banten

KS Tanggapi Dingin Investasi Mittal di Banten

- detikFinance
Senin, 28 Jul 2008 12:01 WIB
KS Tanggapi Dingin Investasi Mittal di Banten
Jakarta - Rencana Arcelor-Mittal membangun pabrik baja hulu-hilir di Banten ditanggapi dingin oleh PT Krakatau Steel (KS). KS meminta agar rencana investasi tersebut dilakukan secara sendiri tanpa harus ada embel-embel dan persyaratan macam-macam.

"Seharusnya mereka sudah berinvestasi sejak 10 tahun lalu, lakukan saja just do it enggak perlu ada persyaratan misalnya harus joint venture, atau soal areal KS. Karena kami sudah punya master plan enggak bisa diubah begitu saja," kata Direktur Utama KS Fazwar Bujang saat dihubungi detikFinance, Senin (28/7/2008).

Mengenai keuntungan Arcelor-Mittal bila membangun pabrik di Banten, dikatakan Fazwar tentunya akan sangat membantu Mittal, mengingat fasilitas infrastruktur KS di Banten sangat memadai. Namun ia juga mengingatkan sebaiknya Mittal bisa mengembangkan sendiri fasilitas yang mereka butuhkan termasuk power plant, pelabuhan  dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka jangan menggantungkan fasilitas yang dimiliki KS, pada prinsipnya kami siap membantu kalau ada kelebihan kapasitas," katanya.

Diakuinya hingga kini pihaknya belum bertemu dengan pihak Mittal, namun ia hanya mengetahui bahwa manajemen Mittal telah bertemu Kadin Banten tetapi tidak sempat menemui Gubernur Banten.

"Mereka pernah minta bertemu, tapi kami bilang sekarang kita sedang fokus persiapan IPO masalah kerjasama kami meminta setelah IPO selesai," katanya.

Ketika ditanya apakah masuknya Mittal di dunia industri baja nasional secara terintegrasi hulu dan hilir akan menjadi ancaman bagi KS, Fazwar justru berkeyakinan dengan masuknya Mittal dengan membuat pabrik sendiri justru menjadi pecutan bagi KS untuk lebih berkompetisi.

"Dalam berbisnis ancaman yang paling terbesar adalah kalau kita tidak punya pesaing kalau dia (Mittal) muncul maka akan memicu kita untuk berakselarasi untuk bersaing," ungkapnya.

Ia mengatakan apabila investasi Mittal jadi direalisasikan maka setidaknya membutuhkan waktu 4 tahun ke depan untuk bisa beroperasi. Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya lama atau tidaknya  investasi sangat tergantung dengan proses studi kelayakan dan pendanaan yang memakan waktu 2 tahun 3 tahun. "Kalau sekarang mereka ada uang maka setidak 4 tahun bisa beroperasi,"  kiranya.

Mengenai proses menuju IPO KS, Fazwar mengatakan sekarang ini proses sedang berjalan terus, pihaknya masih merampungkan laporan kauangan semester I-2008 yang baru bisa selesai pada  September sehingga target IPO paling lambat Desember 2008 bisa dikejar atau bahkan bisa direalisasikan pada  November 2008.

"Kita tinggal tunggu gong dari DPR saja, kita masih evaluasi terus belum memutuskan berapa besar yaitu  20% sampai 30%," jelasnya.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads